Pedagang Burung Pipit dan Bunga Raup Untung Berlipat di Hari Imlek

PERISTIWA | 25 Januari 2020 18:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Perayaan tahun baru Imlek bukan hanya identik dengan warna merah. Momen perayaan tahun baru bagi kaum Tionghoa ini juga identik dengan melepaskan burung pipit.

Menurut kepercayaan, melepaskan burung bermakna memberikan kehidupan bagi makhluk lain. Ritual itu diharapkan bisa memberikan kemakmuran serta kesehatan bagi yang melakukannya.

Tak ayal, di momen seperti ini pedagang burung pipit mendapatkan rezeki nomplok. Rohana misalnya, pedagang burung yang telah lama berjualan burung pipit di Wihara Dharma Bakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, ini mengaku mendapat keuntungan yang berlipat saat tahun baru Imlek.

"Udah 18 tahun. Ya laku 15 kandang (kalau Imlek)," ungkap Rohana di lokasi, Sabtu (25/1).

Dia menyebutkan, perekornya burung tersebut dijual dengan harga Rp 1.500. Satu kandang berisi sekitar seribu ekor burung. Jadi setiap Imlek kurang lebih Rohana bisa mengantongi sejumlah Rp 22,5 juta.

"Burungnya dapat dari Jawa Timur," jelas dia.

Bukan hanya pada momen hari Imlek, Rohana juga menjual burung di hari-hari biasa. Ia telah memiliki lapak di sekitar wihara.

"Kalau hari biasa paling (laku) empat kandang. Ya paling tiga atau empat ribuan," tutur dia.

©2020 Merdeka.com

Bukan hanya Rohana yang menikmati rezeki Imlek tersebut. Pedagang bunga seperti Rhoma juga kecipratan rezeki Imlek. Rhoma yang mengaku sudah 12 tahun berjualan bunga di Wihara Dharama Bakti itu tiap Imlek omzetnya bertambah.

"Dapatlah tujuh jutaan," kata dia.

Sama seperti Rohana, Rhoma juga setiap hari menjajakan bunga di wihara tersebut. "Kalau hari biasa paling dapat 200 (ribu)," ungkapnya.

Perikat Rhoma menjual bunga tersebut antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. "Dua hari (dari kemarin) dapatlah 15 juta," ungkap Rhoma.

Rhoma mengaku bunga-bunga tersebut didapatkannya dari daerah Bandung dan dataran tinggi di Jawa Barat.

"Ini gampang busuk mas. Dua hari juga layu, dibuang," jelas dia.

1 dari 2 halaman

Keluhan Pemburu Angpao

Sementara itu, Ros sebagai salah satu warga yang sengaja datang ke wihara tersebut guna memburu angpao mengeluhkan penurunan pendapatan angpaonya.

Menurut perempuan yang tinggal di Citayam, Bogor itu sampai siang ini ia dan anaknya baru mendapatkan Rp 30 ribu.

"Tahun ini sepi, bisanya banyak bos-bos pada ngasih. Kamera (tahun lalu) juga TV banyak dari SCTV, TVRI, RCTI banyak. Kalau sekarang sedikit," kata dia

Ros menceritakan, tahun-tahun lalu dirinya bisa mendapatkan hingga Rp 300 ribu.

"Sekarang 100 aja belum dapet," ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sarmani. Warga sekitar wihara itu mengaku tidak beda jauh mendapatkan angpao seperti Ros.

"Iya sama 30 ribuan," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Setia Bertahan di Tengah Guyuran Hujan

Hujan membasahi kawasan Petak Sembilan, Jakarta Barat tempat Wihara Dharama Bakti berada. Sekitar pukul 15.00 WIB, tempat itu sudah basah dengan air hujan.

Kendati diguyur hujan yang cukup untuk membasahi badan, para warga yang sejak pagi tadi datang ke wihara demi memburu angpao masih setia bertahan.

Sebagian dari mereka memilih untuk berteduh ke pelataran wihara yang memiliki kanopi. Sementara sebagian lainnya tetap berada di pelataran terbuka dengan mengenakan jas hujan serta payung.

"Dari pagi di sini mas, kita bertahan nunggu angpao," kata Didit salah satu warga pemburu angpao.

Sejak pagi, Didit mengaku dirinya telah mendapatkan sebanyak Rp 70 ribu.

"Paling saya (pulang) sampai jam lima," katanya.

Begitu pula dengan Maimunah, perempuan yang tinggal di Serpong, Tanggerang itu mengaku meskipun basah kuyup tetap bertahan demi sebuah angpao.

"Kalau saya dapat 100 ribu," ungkap dia.

Maimunah pun mengaku akan pulang kala hari mulai gelap.

"Ya jam enaman. Kalau malam juga masih ada kalau kuat nunggunya," pungkas dia.

Reporter: Yopi Makdori (mdk/gil)

Baca juga:
Imlek, Stasiun Gambir Dimeriahkan Atraksi Barongsai
Potret Keluarga Ruben Onsu di Momen Imlek, Penampilan Betrand Peto Curi Perhatian
Melukis Perayaan Imlek di Petak Sembilan
Warga Tionghoa Rayakan Imlek di Kelenteng Kong Miao
Prediksi Pakar Fengshui di Tahun Tikus Logam: Banyak Bencana & Muncul Pengusaha Baru
Pertunjukan Barongsai Hibur Penumpang di Stasiun LRT Velodrome
43 Narapidana Dapat Remisi Khusus Imlek 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.