Pegawai KPK Minta Penarikan Jaksa yang Tangani Kasus PAW PDIP Ditunda

PERISTIWA | 28 Januari 2020 21:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk tak tergesa-gesa menarik dua jaksa KPK, Yadyn Palebangan dan Sugeng. Hal tersebut diungkap Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap.

"Kami berharap Bapak Jaksa Agung dapat menunda penarikan kedua rekan kami, Bang Yadyn dan Pak Sugeng, yang kinerjanya dinilai bagus selama ini di KPK," ujar Yudi dalam keterangannya, Selasa (28/1).

Selain karena dianggap memiliki kinerja bagus, Yadyn dan Sugeng juga masih memiliki tanggungjawab sebagai penuntut umum di lembaga antirasuah. Yadyn dan Sugeng sejatinya mengakhiri masa tugas di KPK pada 2022.

"Penundaan (penarikan Yadyn dan Sugeng) itu diharapkan setidaknya hingga masa tugas mereka selesai di KPK, atau setidaknya hingga pekerjaan yang sedang ditanganinya selesai," kata Yudi.

Sebelumnya, Jaksa Agung menarik dua jaksa yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satu jaksa yang ditarik ke Korps Adhiyaksa adalah Yadyn Palebangan.

Yadyn mengaku ikhlas dipulangkan ke lembaga asalnya meski masa tugasnya di lembaga antirasuah belum usai. Yadyn menyatakan, masa tugasnya di KPK selesai pada 2022.

"Saya ikhlas, mau ditarik atau dipertahankan (di KPK)," ujar Yadyn saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Yadyn meminta, sebelum kembali bertugas di Kejaksaan Agung, dia berharap diberikan kesempatan waktu untuk menuntaskan sebuah perkara yang tengah dia tangani sebagai bentuk tanggungjawab.

"Prinsipnya kalau saya ditarik, saya berharap selesaikan perkara dulu yang jadi tugas tanggung jawab saya di KPK," kata dia.

Yadyn berharap penarikan dirinya ke Kejaksaan Agung tak menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Yadyn menyatakan mengapresiasi langkah Kejagung yang menarik dirinya.

"Kami mengapresiasi langkah Jaksa Agung terkait penarikan ini sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan Kejaksaan menuju Adhyaksa Emas 2020," kata Yadyn.

1 dari 1 halaman

Jaksa yang Tangani Perkara Penting

Dari informasi yang dihimpun, surat keputusan (SK) penarikan Yadyn ke Kejagung keluar pada 15 Januari 2020. Namun Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan belum mengetahui informasi tersebut.

"Setahu saya ada. Saya tadi sudah konfirmasi ke Biro SDM, surat keputusannya belum ada, (jadi) masih bekerja di sini," ujar Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 27 Januari 2020.

Sebagai informasi, dua jaksa yang ditarik ke Kejagung adalah Yadyn dan Sugeng. Yadyn merupakan tim analisis kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Kasus ini menyeret sejumlah kader PDIP dan seorang Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Sementara Sugeng adalah ketua tim pemeriksa dugaan etik Firli Bahuri saat menjabat Deputi Penindakan KPK. Pemeriksaan etik berkaitan dengan dugaan pertemuan Firli dengan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

Saat pertemuan terjadi, KPK tengah menyelidik kasus dugaan korupsi divestasi saham PT Newmont. Belakangan, sebelum Firli menjabat sebagai ketua KPK, lembaga antirasuah menyimpulkan adanya dugaan pelanggaran berat yang dilakukan oleh Firli.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
KPK Dalami Mekanisme PAW Harun Masiku di KPU
Ngaku Kecolongan, Pemprov DKI sebut Donny Saragih Sempat Diseleksi Eks Pimpinan KPK
Usai Puji Firli Memimpin KPK, Arteria Dahlan Ogah Komentar Soal Harun Masiku
Bertemu Menag, Ketua KPK Beri Peringatan Dini Bahaya Laten Korupsi
Ketua KPU Dicecar KPK Soal Aliran Uang Suap yang Diterima Wahyu Setiawan
Kata Polri Soal Kabar Penarikan Penyidik KPK yang Tangani Kasus PAW PDIP
Kadis PUPR Indramayu Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.