Pegawai WFH Akibat Sekjen Positif Corona, KY Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Pegawai WFH Akibat Sekjen Positif Corona, KY Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
PERISTIWA | 11 Juli 2020 09:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) Tubagus Rismunandar Ruhija dinyatakan positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pihak KY langsung melakukan tindak pencegahan dengan meminta seluruh pegawai berkerja dari rumah atau work from home hingga Rabu (15/7).

Wakil Ketua KY Maradaman Harahap mengatakan, pelayanan terhadap masyarakat tidak akan berkurang kendati pekerjaan dilakukan dari rumah.

Dia menegaskan publik tetap bisa mengakses situs resmi KY untuk pelaporan, www.pelaporan.komisiyudisial.go.id. atau situs resmi permohonan informasi publik secara online melalui www.ppid.komisiyudisial.go.id.

"Meski seluruh pegawai bekerja dari rumah, pelayanan KY tetap berjalan secara normal," kata Maradaman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/7).

Maradaman menjelaskan pihak KY telah melakukan langkah antisipasi dengan penyemprotan disinfektan di ruang-ruang kerja dan seluruh gedung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"KY juga akan segera melakukan tracing atau penelusuran untuk mengecek adanya dugaan penularan kepada pejabat dan pegawai KY lainnya," Maradaman menandasi.

1 dari 1 halaman

Sekjen KY Positif Corona

Wakil Ketua KY Maradaman Harahap membenarkan kabar menyebut Sekretaris Jenderal Komisi Yudisial (KY) Tubagus Rismunandar Ruhijat positif terinfeksi Sars-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19.

"Kondisi kesehatan Sekretaris Jenderal KY Tubagus Rismunandar Ruhijat sesuai hasil swab test Covid-19 dinyatakan hasilnya adalah positif," kata Wakil Ketua KY Maradaman Harahap dalam keterangannya, Kamis (9/7).

Katanya, sejak hari ini KY kembali menerapkan mekanisme bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk seluruh pegawai KY hingga Rabu (15/7) mendatang. Meskipun demikian, penerapannya tetap mengedepankan kepentingan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui pelayanan online yang bisa diakses melalui www.pelaporan.komisiyudisial.go.id.

"Publik juga dapat mengajukan permohonan informasi publik secara online melalui www.ppid.komisiyudisial.go.id," katanya.

Terkait hal ini, katanya, langkah selanjutnya akan dilakukan sterilisasi tempat kerja atau penyemprotan gedung dan ruang kerja untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

Selain itu, lanjutnya, KY juga akan segera melakukan tracing atau menelusuri untuk mengecek adanya dugaan penularan kepada pejabat dan pegawai KY lainnya.

"KY akan melakukan rapid test kepada semua pegawai yang pelaksanaannya sejak Senin sampai dengan Rabu, 13 sampai 15 Juli 2020. KY akan terus mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19," katanya.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono (mdk/gil)

Baca juga:
Hasil Rapid Test Reaktif Covid-19, 7 Pengawas Pemilu di Sleman Dikarantina
Temukan 9 Surat Rapid Test Palsu, Gugus Tugas Covid-19 Sorong Lapor Polisi
Ada Virus Corona, Anggaran Gemuk Kemhan Jadi Sorotan
PPNI Jatim Desak Pemerintah Cairkan Insentif Perawat Tangani Covid-19
Kadis Kesehatan Garut Tegaskan Honor Petugas Ambulans Covid-19 sudah Dibayar
KPU akan Gantikan Penyelenggara yang Terkonfirmasi Positif Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami