Pejabat Publik Diminta Tingkatkan Empati dan Tidak Bikin Pernyataan Kontroversi

Pejabat Publik Diminta Tingkatkan Empati dan Tidak Bikin Pernyataan Kontroversi
PERISTIWA | 28 Februari 2020 19:46 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Masyarakat sempat dibuat heboh dengan pernyataan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bahwa berenang di kolam renang campur dengan pria bisa membuat wanita hamil. Pernyataan tersebut memicu polemik, bahkan menjadi trending topic di media social selama beberapa hari.

Menurut praktisi komunikasi dari Pandawa PR, Dihar Dakir, seorang pejabat publik seharusnya memahami bahwa setiap pernyataan yang dikeluarkan akan mewakili instansi tempatnya bernanung. Sehingga diperlukan kehati-hatian dan kesadaran dalam setiap pernyataan.

"Seringnya demi menaikkan nama, pejabat publik mengeluarkan pernyataan kontroversial, padahal itu menjadi backfire bagi dirinya sendiri dan instansinya," ujar Dihar Dakir dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (28/2).

Menurutnya, pernyataan seorang pejabat publik bisa menimbulkan opini di masyarakat dan juga tidak bisa ditarik kembali. Jadi bila pernyataan tersebut dikeluarkan kemudian disanggah oleh si pembuat pernyataan, masyarakat akan tetap mengingat pernyataan pertama yang disampaikan pejabat itu.

Dihar menuturkan, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan agar pejabat publik tidak terjebak dalam pernyataan kontroversi, yang menimbulkan polemik di masyarakat. Pertama adalah empati.

"Pejabat publik harus meningkatkan empati terhadap isu-isu di masyarakat. Empati perlu agar pejabat publik memperhatikan setiap pernyataan yang dikeluarkan bisa menenteramkan suasana bukan malah membuat kegaduhan," kata dia.

Kedua pernyataan pejabat publik tidak boleh mendeskriditkan golongan atau kelompok tertentu. Dihar menyampaikan, pejabat publik harus selalu berada di posisi netral, bahkan jika memang harus berpihak, keberpihakan tersebut harus didukung oleh fakta dan data yang valid, sehingga menjadi dasar yang kuat.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh pejabat publik adalah berbicara sesuai dengan bidang yang dikuasai. Menurutnya latar belakang keilmuan dan pengetahuan harus menjadi dasar seorang pejabat publik dalam mengeluarkan pernyataan ke masyarakat. Jika tidak memahami bidang ilmu tersebut, ada baiknya menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan.

Menurutnya, seorang pejabat yang tidak memiliki dasar keilmuan yang sesuai malah akan menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Dihar menilai, fenomena kontroversial para pejabat publik bisa jadi untuk menaikkan popularitas. Memang langkah tersebut tidak salah jika hanya ingin terkenal atau mendapatkan popularitas sesaat, namun bagaimana jika yang didapat adalah popularitas buruk.

"Jika hal tersebut terjadi, maka cap sebagai pejabat atau orang yang kontroversial atau kurang intelektual akan terus menempel," kata dia.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Sitty Hikmawatty mengingatkan kaum wanita untuk lebih ekstra waspada saat berada di kolam renang yang ada laki-laki. Bukan tanpa alasan, sebab kondisi tersebut dikatakan bisa menyebabkan kehamilan. Kemudian kehamilan yang berindikasi dari kolam renang bisa diartikan sebagai contoh hamil tidak langsung.

"Pertemuan yang tidak langsung misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang. Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat. Walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil," beber dia.

Terlebih jika sang wanita tengah berada di masa subur. "Kalau perempuannya sedang fase subur, itu bisa saja terjadi. Kan tidak ada yang tahu bagaimana pria-pria di kolam renang kalau lihat perempuan," sambungnya.

Setelah viral dan menghebohkan netizen, Sitty lantas meminta maaf atas pernyataan yang disampaikan. Dia mengaku pernyataannya kemarin tidak benar dan telah menghebohkan masyarakat luas.

"Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statement yang tidak tepat," ujar Sitty melalui keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (23/2).

Dia juga menyatakan jika pernyataan tersebut merupakan statement pribadi. Bukan suara dari KPAI. "Dengan ini saya mencabut statement tersebut. Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya," sambungnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty dan Pernyataan Kontroversinya
Geger Sperma di Kolam Renang Bisa Bikin Perempuan Hamil
Heboh Isu Wanita Berenang Bisa Hamil, Kaesang Anak Jokowi 'Berkicau' Soal Biologi
Komisioner KPAI Minta Maaf soal Hamil di Kolam Renang
Komisoner KPAI Minta Maaf Soal Pernyataan Perempuan Berenang dengan Lelaki Bisa Hamil
Benarkah Wanita Bisa Hamil hanya Berenang dengan Laki-Laki? Ini Penjelasan IDI

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami