Pekan Depan, Jokowi Panggil Kapolri Tanya Kasus Novel Baswedan

PERISTIWA | 6 Desember 2019 17:25 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidikan kasus penyerangan air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, jatuh tempo awal Desember ini. Rencananya, Presiden Joko Widodo akan memanggil Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menagih hasil penyelidikan kepolisian.

"Nanti saya jawab setelah saya dapat laporan dari Kapolri. Senin akan saya undang Kapolri," kata Jokowi di Jalan Tol Kuciran-Serpong Provinsi Banten, Jumat (6/12).

Jokowi belum mau berbicara banyak terkait hal tersebut. Namun, dia meyakini bahwa pelaku penyerangan Novel akan ditemukan.

"Saya yakin, Insya Allah ketemu," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Novel Tagih Penjelasan Kapolri

Kuasa Hukum Novel Baswedan menilai Kapolri Jenderal Idham Aziz tak serius mengusut kasus penyiraman dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Kuasa Hukum menyinggung sepak terjang Jenderal Idham Aziz sejak menjabat Kapolda Metro Jaya hingga dipercaya menjadi ketua tim teknis pengusutan kasus Novel Baswedan saat menjadi Kabareskrim tak kunjung tuntas.

"Idham Aziz masih ketua tim biar dia Kapolri, ya kalo dia ngomong akan ada Kabareskrim baru diselesaikan omong kosong itu, dia kagak mau ngungkap juga," kata salah satu kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian saat dihubungi merdeka.com, Selasa (4/12).

Saor pun menagih janji Kapolri Idham Aziz bakal menuntaskan kasus Novel Baswedan saat bertemu pimpinan KPK awal November lalu omong kosong. Terlebih setelah tenggat pengusutan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ditentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) awal Desember berakhir.

"Jadi kalo dibilang Wakabareskrim ini omong kosong. Idham Aziz enggak mau mengungkap peristiwa siapa penyerang itu," ujar Saor.

2 dari 2 halaman

KPK Minta Polri Terbuka

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meminta Polri terbuka dalam menangani kasus teror air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Saut meminta Polri menjelaskan kepada publik sudah sejauh mana penyelidikan kasus tersebut.

"Atau paling tidak perkembangan prosesnya sudah sejauh apa, diberi tahu ke publik," ujar Saut saat dikonfirmasi, Rabu (4/12).

Saut mengatakan, KPK masih berharap Polri segera menuntaskan kasus yang sudah 2 tahun lebih tak terungkap. Saut meminta kepada Polri untuk segera mengungkap pelaku maupun dalang di balik teror air keras tersebut.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Irjen Listyo Sigit Jadi Kabareskrim, Kasus Novel Baswedan Menanti Penyelesaian
Sudah Jabat 3 Posisi Penting, Jenderal Idham Azis Belum Berhasil Ungkap Kasus Novel
KPK Minta Polri Terbuka dalam Penyelidikan Kasus Novel Baswedan
Komitmen Semu Jokowi Ungkap Kasus Novel Baswedan
Deadline Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi Tunggu Laporan Kapolri Idham Azis
Soal Kasus Novel, Wapres Ma'ruf Tunggu Laporan dari Kepolisian
DPR Minta Kapolri Ungkap Hasil Kerja Tim Teknis Kasus Novel

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.