Pekerja Migran Positif Covid-19 Melahirkan di RSLI Surabaya

Pekerja Migran Positif Covid-19 Melahirkan di RSLI Surabaya
Persalinan Bayi Pekerja Migran di Surabaya. Antara
NEWS | 21 September 2021 22:21 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Tim dokter membantu proses persalinan seorang pasien Covid-19 asal Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

"Kami bantu persalinannya tadi malam, dan kondisinya normal," kata Dokter Umum RSLI Muhammad Ainur ROhman Firmansyah saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/9).

Ainur mengatakan, ibu bayi tersebut berinisial SU, yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Perempuan berusia 37 tahun itu memang berniat pulang dari tempat kerjanya di Malaysia ke Tanah Air agar bisa melahirkan di tengah keluarga di kampung halaman.

Namun prosedur kepulangan PMI di Jawa Timur, setibanya di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, harus melalui proses karantina di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, salah satunya menjalani tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hasilnya, SU terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga selama delapan hari terakhir dirujuk untuk menjalani isolasi di RSLI Surabaya. Tim dokter RSLI langsung membantu persalinan hingga melahirkan bayi normal seberat 2,5 kilogram, panjang 48 sentimeter.

Bayi laki-laki yang diberi nama Asroful Anam itu telah dites usap PCR, dan saat ini tim dokter RSLI masih menunggu hasilnya.

"Ibunya ini sebenarnya sudah merasakan kencang-kencang sejak pagi tapi tidak disampaikan ke perawat. Waktu kami kunjungi pagi tidak mengeluh apa-apa. Dikiranya itu sakit perut biasa," ujar dia.

"Itu merupakan anak kedua SU. Ternyata hamil pertamanya dulu melalui operasi sesar. Jadi ibunya tidak tahu rasanya kencang-kencang mau melahirkan itu gimana. Dikiranya sakit perut biasa," imbuh dia.

Meski hasil tes PCR sang bayi belum keluar, tim dokter RSLI memperbolehkan ibunya menyusui. Ainur memastikan Covid-19 hanya menular lewat droplet atau cairan yang keluar dari saluran pernafasan sehingga SU harus menyusui bayi yang merupakan anak keduanya itu dengan protokol kesehatan menggunakan masker. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
Mobilitas Dilonggarkan, Satgas Minta Masker & Vaksinasi Tak Boleh Kendor
90 Murid SMPN 4 Mrebet Purbalingga Diisolasi Setelah Tes Antigen Postif Covid-19
Update Penerima Vaksin Covid-19 Per 21 September 2021
Satgas: Penurunan Kasus Covid-19 Hasil Kerja Keras Seluruh Masyarakat
Satgas Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19 Saat Kegiatan Besar Masyarakat
Kasus Covid-19 Melonjak di Singapura, Ahli Serukan Vaksin Jadi Wajib

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami