Pekerja Proyek Revitalisasi Alun-Alun Cirebon Temukan Kerangka Tanpa Tengkorak

PERISTIWA » MALANG | 17 September 2019 12:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Proyek revitalisasi Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon ditargetkan selesai akhir tahun 2019. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginginkan nantinya alun-alun akan menjadi salah satu kawasan wisata unggulan Jawa Barat.

Proyek revitalisasi digarap PT Inti Cipta Sejati. Mereka mengaku harus hati-hati dalam bekerja lantaran alun-alun merupakan saksi sejarah di Cirebon.

"Iya karena ini berkaitan dengan sejarah juga ya jadi kami tidak sembarangan," kata salah seorang pegawai kontraktor PT Inti Cipta Sejati Heru beberapa waktu lalu. Dikutip dari Liputan6.com.

Heru mengaku kerap mendapatkan beragam pengalaman baru di tengah merevitalisasi alun-alun itu. Seperti diketahui, Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon memiliki sejarah kuat selama perkembangan Kota Cirebon pada masa kolonial Belanda.

Beberapa temuan berbau mistis kerap dialami baik oleh Heru maupun karyawan kontraktor lain. Saat tengah menggarap pengerjaan basement, Heru menemukan kerangka manusia tanpa kepala.

Kondisi kerangka tersebut, kata Heru ditemukan sudah terpisah-pisah antarbagian. Temuan tersebut berada di kedalaman lebih dari empat meter.

"Kita tidak ambil, hanya memindahkan tidak jauh dari titik penemuan. Karena kita juga tidak paham, sehingga tidak banyak yang kita lakukan," aku Heru.

Selain kerangka manusia, Heru juga pernah menemukan sebuah kendi abu yang sudah mengeras seperti batu. Dia meyakini usia kendi di dalam area Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon tersebut sudah ratusan tahun.

Ditengah proses pembuatan basement, para pekerja kontraktor kerap menemukan banyak batu bata merah berukuran besar. Batu tersebut memiliki lebar 20 cm dan panjangnya 25 cm.

"Itu bukan bata merah ukuran saat ini, karena bisa dua kali lipatnya," sebut Heru.

Di bagian timur alun-alun, ditemukan sebuah sumur dan gapura khas Cirebon. Dia menyebutkan, lingkaran cincin sumur masih utuh, hanya kondisinya sudah tertutup tanah.

Sedangkan gapura masih terlihat berbentuk, tetapi hanya setengah lingkaran. Heru mengaku, sejumlah temuan tersebut tetap berada di lokasi dan bahkan tidak digeser.

"Semuanya masih ada di lokasi, kita tidak mengubahnya dan tidak diapa-apakan," kata Heru

Heru mengakui, selama pengerjaan proyek revitalisasi Alun-Alun Kejaksan tersebut, belum ada kejadian mistis yang menghambat pekerjaan.

Namun demikian, Heru tetap mengimbau kepada para pekerjanya agar selalu waspada dan hati-hati. Heru kerap berpesan kepada para pekera agar tidak menggunjing atau mengucapkan hal negatif.

"Jangan asal ngomong lah khawatir ada apa-apa. Bagaimanapun tujuan ini baik, bukan untuk merusak. Itu semua agar semua pekerjaan bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Baca juga:
Arkeolog Temukan Fondasi Kedaton Lama Kesultanan Tidore Abad 17 di Maluku
Benda Sejarah Kerajaan Kanjuruhan Tertanam Paving Halaman SD di Malang
Sejarah PKL di Jakarta, Dianggap Primitif Sampai Diusir Sejak 1918
Melihat 43 Patung Kepala Presiden Amerika Serikat yang Terbengkalai
Penemuan 227 Kerangka Anak-anak Korban Tumbal di Peru
7 Teknologi Modern yang Ternyata Konvensional, Sudah Ada Sejak Dulu!

(mdk/cob)