Pekerja Tunda Merantau Imbas Covid-19, Permintaan SKCK di Purbalingga Menurun

Pekerja Tunda Merantau Imbas Covid-19, Permintaan SKCK di Purbalingga Menurun
PERISTIWA | 28 Juli 2020 13:05 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Jumlah pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Kabupaten Purbalingga menurun di masa Pandemi Covid-19. Penurunan ini diduga karena banyak calon pekerja dan pekerja di Purbalingga menunda untuk merantau bekerja di luar kota.

Kanit Intel Polsek Purbalingga, Aipda Teguh Pambudi mengatakan sebelum pandemi pemohon SKCK rata-rata sebanyak 10 orang per hari. Sejak pandemi rata-rata jumlah pemohon SKCK turun jadi 3 orang per hari.

"Sebelum Pandemi itu kami bisa melayani hingga di atas sepuluh pemohon. Sekarang hanya tinggal tujuh lah maksimal perharinya," katanya.

Teguh berpendapat, jumlah pemohon SKCK biasanya membeludak saat masa kelulusan SMA/SMK. Para pemohon membutuhkan SKCK sebagai syarat bekerja di perusahaan-perusahaan di kota besar seperti Jakarta. Tapi di masa pandemi covid-19 ini diduga banyak pemuda yang baru lulus SMU memilih menunda untuk bekerja keluar kota.

"Jakarta itu kan zona merah ya. Mungkin mereka menunda untuk bekerja ke Jakarta sehingga jumlah pemohon SKCK juga menurun," ujarnya.

Dia menambahkan, masa Covid-19 juga berdampak pada kesempatan bekerja di dalam kota yang belum terbuka secara normal. Banyak perusahaan seperti bulu mata palsu di Purbalingga belum membuka lowongan pekerjaan secara meluas.

"Pabrik yang ada di Purbalingga juga belum buka mungkin ya untuk menerima pekerja. Jadi pemohon SKCK juga belum banyak," imbuhnya. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami