Pelabuhan Tanjung Emas Rugi Rp60 Miliar Imbas Crane Ambruk

PERISTIWA | 15 Juli 2019 21:37 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - PT Pelindo III mengalami kerugian Rp60 miliar usai insiden ambruknya kontainer crane akibat ditabrak oleh kapal peti kemas, MV. Soul of Luck di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Kerugian di antaranya dihitung dari kerusakan satu unit container crane yang berdampak pada kecepatan bongkar muat barang pada aktifitas ekspor impor.

"Secara material kami alami kerugian Rp60 miliar di antaranya 14 unit kontainer dan tiga head truk," kata Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung saat ditemui di kantornya, Senin (15/7).

Untuk kontainer crane sendiri, PT Pelindo III sendiri memiliki tujuh unit di dermaga internasional Terminal Peti Kemas Semarang. Namun, karena ditabrak MV. Soul of Luck pada Minggu, 14 Juli 2019, jumlah kontainer crane berkurang satu unit. Sehingga jumlah kontainer crane menjadi enam unit ini, berdampak pada kecepatan bongkar muat peti kemas di Tanjung Emas bakal berkurang 5 sampai 15 persen.

"Rusak satu kontainer cranenya, tapi kita masih punya enam. Jadi kami berjanji pelayanan eskportir dan importir di Jateng tetap akan kami layani. Kami hitung kembali waktu bongkar muat supaya kegiatan tidak terganggu," ujarnya.

Agung menyatakan saat ini bangkai kontainer crane yang ambruk itu masih berada di pelabuhan. Butuh waktu beberapa hari untuk bisa mengevakuasi alat berat tersebut dari TPKS.

"Tapi proses evakuasi ini tidak akan mengganggu bongkar muat barang. Sempat alami gangguan, tapi itu cuma tiga jam, setelah itu normal kembali," tutup Doso Agung.

Seperti diketahui, satu unit kontainer crane di TPKS ambruk akibat ditabrak kapal MV. Soul of Luck. Peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB, Minggu, 14 Juli 2019. Akibat kejadian tersebut PT Pelindo III alami kerugian Rp60 miliar.

Baca juga:
Pelabuhan Tanjung Perak Deklarasi Sebagai Kawasan Bebas Korupsi
6 Hakim Kasus Sengketa Pelabuhan Marunda Dilaporkan ke KY
YLKI sebut Masih Banyak Pungli di Pelabuhan
Seribu Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan di Pelabuhan Marunda
Jokowi Diminta Turun Tangan Selesaikan Konflik Pelabuhan Marunda
Pendiri KBN Kritik Kebijakan Pengelolaan Pelabuhan Marunda
Menhub Budi Instruksikan Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam 7 Hari Seminggu

(mdk/gil)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com