Pelajar Anarkis Saat Demo Omnibus Law Disanksi Jaga Masjid Polres Jember 1 Bulan

Pelajar Anarkis Saat Demo Omnibus Law Disanksi Jaga Masjid Polres Jember 1 Bulan
PERISTIWA | 27 November 2020 01:31 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Proses hukum yang dikenakan terhadap seorang pelajar yang diduga berlaku anarkis dalam demo Omnibus Law akhir Oktober lalu, kemungkinan akan dihentikan. Hal itu disepakati usai sang anak meminta maaf kepada pimpinan DPRD Jember dan Polres Jember. Proses permintaan maaf itu difasilitasi oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Jember.

"Perkara hukum yang melibatkan anak, prosesnya berbeda dengan orang dewasa. Kita mengacu pada UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA),” ujar Mukti Satrio, petugas Bapas Jember yang menjadi mediator proses permintaan maaf tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, demo menolak Omnibus Law yang berlangsung di depan DPRD Jember pada 22 Oktober 2020 lalu, berlangsung ricuh. Beberapa peserta demo melakukan aksi anarkis dengan melemparkan batu dan petasan ke arah gedung DPRD Jember dan barisan polisi yang melakukan pengamanan.

Seorang remaja kemudian terekam kamera sejumlah jurnalis karena melakukan pengancaman. Remaja tersebut meminta wartawan untuk menghapus rekaman video yang merekam ia sedang berbuat anarkis.

Video aksi pengancaman sang remaja itu kemudian viral. Selang beberapa hari kemudian, remaja berinisial AR itu diamankan polisi. Dalam pemeriksaan selanjutnya diketahui, AR masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur menurut UU SPPA.

“Dalam proses di kepolisian, anak ini dikenakan 3 pasal dengan 5 ayat untuk kasus pidananya. Beberapa pasal diantaranya, ada yang tidak bisa langsung dilakukan upaya diversi kepada anak itu,” lanjut Mukti.

Diversi adalah penyelesaian perkara pidana yang melibatkan anak, dengan mengalihkannya ke luar proses peradilan. Pasal yang tidak bisa langsung dilakukan upaya diversi ini, karena ancaman hukuman maksimalnya di atas 7 tahun. Karena itu langsung dilakukan persidangan sesuai aturan sistem peradilan anak.

“Tetapi dari kejaksaan ternyata mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) yang mewajibkan adanya alternative dispute resolution (ADR). Maka dilakukanlah musyawarah yang difasilitasi pengadilan dengan menghadirkan pihak korban,” jelas Mukti.

Pihak yang dianggap korban dari perbuatan anarkis remaja tersebut ada tiga pihak. Yakni DPRD Jember yang kaca gedungnya rusak, Polres Jember serta seorang anggota kepolisian yang menjadi korban aksi anarkis saat melakukan pengamanan.

“Lalu dilakukan musyawarah yang melibatkan orang tua anak, penasehat hukum serta petugas Bapas yakni saya. Dicapai kesepakatan penyelesaian di luar persidangan dengan beberapa persyaratan,” lanjut Mukti.

Beberapa persyaratan yang disepakati antara lain anak tersebut harus melakukan pelayanan masyarakat. “Disepakati, pelayanan masyarakatnya di lakukan di Masjid yang ada di Polres Jember. Tiga kali dalam seminggu, selama satu bulan, anak itu harus membersihkan masjid selama beberapa jam. Tetapi itu dilakukan di luar jam sekolah,” papar Mukti.

Selama 6 bulan ke depan, Bapas Jember juga akan mengawasi perilaku anak tersebut. Selain itu, si anak juga wajib meminta maaf baik secara tertulis maupun tidak tertulis, ke pihak kepolisian dan DPRD.

“Kemarin sudah terlaksana meminta maaf ke polisi dengan didampingi saya. Hari ini, saya mendampingi lagi dia meminta maaf ke DPRD Jember,” pungkas Mukti.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Itqon Syauqi menyatakan memberikan permintaan maaf dengan mempertimbangkan masa depan sang anak. “Dia masih kelas 1 kalau tidak salah. Masa depannya masih panjang,” tutur Itqon. (mdk/gil)

Baca juga:
Hari Pelajar, Pengunjuk Rasa Geruduk Kemendikbud
Polisi Amankan 10 Pelajar saat Demo di Kedubes Prancis, Pistol Mainan Disita
Megawati Kritik Demo Libatkan Anak-Anak
Polisi Kantongi Dalang yang Kerahkan Pelajar Demo Tolak UU Cipta Kerja
KPAI: Demonstrasi Bukan Pilihan Terbaik Bagi Pelajar
Kapolda Metro Tegaskan Pelajar Terlibat Rusuh Demo Bisa Dipidana

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami