Pelaksanaan Pemilu di Sulsel Terkendala Kemampuan KPPS dan Pengawas TPS

PERISTIWA » MAKASSAR | 5 April 2019 00:49 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pengawas TPS disebut jadi salah satu kendala dalam proses penyelenggaraan Pemilu. Hal ini karena mereka dibentuk menjelang Pemilu, dan hanya memiliki masa tugas singkat sekira satu bulan.

Demikian diungkap Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi saat ditemui usai pembukaan rapat koordinasi dengan KPU Sulsel di Hotel Harper, Makassar, Kamis (4/4).

"Iya (jadi kendala) karena penyelenggara di tingkat bawah itu instan. Mereka dibentuk untuk kepentingan sebulan saja yakni KPPS termasuk pengawas TPS-nya. Jadi mereka orang baru tapi mudah-mudahan yang terekrut itu ada yang orang lama yang sudah punya pemahaman dasar. Tapi kalau orang baru, harus diantisipasi. Olehnya itu ada bimtek atau bimbingan teknis," kata Laode Arumahi.

Ditambahkan, mereka jadi kendala karena pengetahuan mengenai regulasi yang kurang mendalam, serta tiba-tiba harus melaksanakan tugas teknis di lapangan.

Hal senada juga diungkap Ketua KPU Sulsel Misnah M Attas. Menurutnya, SDM yang direkrut sebagai anggota KPPS itu memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Tapi kami percaya bahwa teman-teman kabupaten/kota sudah merekrut orang-orang yang memang bisa kita andalkan untuk menyelesaikan puncak Pemilu. Ingat bahwa puncak Pemilu dari segala tahapan yang ada, yaitu pada hari pemungutan dan penghitungan suara," kata Misnah.

Baca juga:
Luhut Mengaku Beri Amplop ke Kiai Bangkalan karena Sedang Sakit
Usai Diperiksa Bawaslu, AKP Sulman Aziz Doakan Pemilu Hasilkan Pemimpin Lebih Baik
Lewat Video, SBY Minta Kader Demokrat Kampanyekan Keberhasilan Pemerintahannya
Lebih Dari 13.000 Surat Suara di Purbalingga Tidak Lolos Sortir
KPU Sebut Surat Suara Untuk 35 Daerah di Jateng Sudah Terdistribusi
Jelang Nyoblos, Mural Sukseskan Pemilu Hiasi Kawasan Dukuh Atas

(mdk/cob)