Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Filipina Diketahui Pasangan Suami Istri Asal Indonesia

PERISTIWA | 23 Juli 2019 15:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pihak kepolisian Indonesia dan Filipina berhasil mengidentifikasi dua orang pelaku pengeboman Gereja Katedral di Jolo, Filipina. Identitas pelaku adalah Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh. Mereka merupakan pasangan suami istri asal Sulawesi.

Terungkapnya identitas pelaku pengeboman di Gereja Filipina berkat keterangan dari Yoga dan Yondri yang ditangkap di Malaysia. Yoga merupakan anggota JAD Kalimantan Timur. Sedangkan Yondri belum diketahui.

"Setelah penangkapan saudara Yondri dan penangkapan Yoga di Malaysia baru terkait, ternyata pelaku suicide bomber di Filipina adalah dua orang Indonesia atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

Yoga merupakan salah satu teroris yang dikendalikan aktor intelektual bernama Seafullah. Saat ini Saefullah diduga berada di Khurasan, Afghanistan. Saefullah juga diketahui sebagai penyokong dana bagi terduga teroris N yang ditangkap di Padang, Sumatera Barat pada Kamis (18/7).

Sebelumnya pihak kepolisian Filipina merasa kesulitan mengidentifikasi tersangka pengeboman Katedral di Jolo, Filipina. Karena pelaku masuk ke Filipina melalui jalur ilegal, sehingga tidak ada rekam jejaknya. Terlebih lagi, hasil tes DNA yang dilakukan otoritas Filipina tidak memiliki pembandingnya.

Menurut Dedi, awalnya pihak kepolisian Filipina menduga-duga bahwa tersangkanya berasal dari Indonesia. "Pelakunya diduga orang Indonesia, karena logat dan bicaranya, kebiasaannya seperti kebiasaan orang Indonesia," jelas Dedi.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tawanan Abu Sayyaf asal Belanda Tewas Ketika Mencoba Melarikan Diri
Hasil Tes DNA, Pemimpin ISIS di Filipina Dipastikan Tewas
Coba Menyelamatkan Diri, WNI Korban Penyanderaan Abu Sayyaf Meninggal Tenggelam
Sandera Abu Sayyaf Asal Malaysia Berhasil Kabur, Dua WNI Masih Ditawan
Ada Isu Kelompok Abu Sayyaf Masuk Maratua, TNI-Polri Tingkatkan Patroli
30 Menit Baku Tembak dengan Abu Sayyaf, 3 Tentara Filipina Tewas

(mdk/noe)