Pelaku Karhutla, Direktur PT HBL Akui Tak Miliki Personel & Alat Atasi Kebakaran

PERISTIWA | 23 September 2019 19:31 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Kelalaian yang menyebabkan kebakaran lahan milik PT HBL diakui Direktur Operasional perusahaan itu berinisal AK. AK telah ditetapkan sebagai tersangka karena 1.745 lahannya terbakar.

Tersangka AK mengatakan, kebakaran di lahan perusahaan itu awalnya berasal dari luar konsesi. Dalam waktu singkat, api dengan cepat masuk ke arealnya dan meluas hingga 1.745 hektar terbakar.

"Apinya melompat dari luar, bukan dari dalam konsesi. Faktor angin, api melompat dari luar ke kawasan kita," katanya di Mapolda Sumsel, Senin (23/9).

AK mengakui pihaknya kewalahan mengatasi api yang begitu besar. Hal ini disebabkan perusahaan tidak memiliki personel dan peralatan mencukupi dalam menghadapi kebakaran.

"Kami ada kanal, airnya banyak, tapi kami cuma punya mesin pompa, tidak ada mobil Damkar," ujarnya.

AK ditahan polisi sejak Jumat (20/9) lalu setelah menjalani tiga kali pemeriksaan. Hingga saat ini statusnya masih karyawan PT HBL.

"Nanti (informasi lain) tanya sama pengacara saya saja," tutupnya.

Baca juga:
Pemprov Jambi Gratiskan Biaya Rumah Sakit Warganya yang Menderita ISPA
Terlibat Kasus Karhutla, Direktur PT HBL Dikenakan Pasal Berlapis
Bos Bappenas Sebut Potensi Kebakaran Hutan di Ibu Kota Baru Masih Kecil
Kepala BNPB Sebut Karhutla Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya
Cerita Kakek Apendi, Jadi Tersangka Karhutla Usai Bakar Jerami di Lahan 5x2 Meter
Polri Tetapkan 296 Orang dan 9 Korporasi Tersangka Karhutla
BNPB Sebut Hanya Hujan yang Bisa Padamkan Karhutla

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT