Pelaku Mutilasi di Bekasi Ngaku 50 Kali Dipaksa Layani Korban Sejak Juli 2020

Pelaku Mutilasi di Bekasi Ngaku 50 Kali Dipaksa Layani Korban Sejak Juli 2020
Jasad korban pembunuhan mutilasi di Kota Bekasi. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 10 Desember 2020 19:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembunuhan disertai mutilasi dilakukan oleh seorang pengamen berinisial A (17). Kepolisian menyebut, tersangka menghabisi nyawa teman karena kesal dijadikan pemuas nafsu.

Jasad DS ditemukan warga dalam kondisi tak utuh di aliran Kali BSK, Jalan KH Noer Ali RT 01 RW 20 Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin 7 Desember 2020. Rupanya, A mutilasi jasad menjadi empat potongan dan dibuang ke beberapa lokasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, hubungan antara A dengan DS adalah teman. Keduanya saling mengenal pada Juni 2020 di sebuah kendaraan umum. Pertemuan itu pun berlanjut pada Juli 2020. Korban mengundang pelaku untuk dalam perayaan ulang tahun.

Menurut pengakuan A, korban mengalami kelainan seksual. Yusri mengatakan, A dipaksa untuk menuruti kemauan korban melakukan hubungan seksual.

Korban awalnya memberikan uang Rp100.000 setiap kali A memuaskan hasrat seksual. Tapi, lama-kelamaan uang itu tak lagi diberikan. A malah diancam jika menolak permintaan korban.

"Menurut keterangan pelaku, korban mulai menunjukkan sikap kasar dan tidak lagi memberikan uang ketika sudah melakukan tindakan asusila," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis (10/12).

Yusri menyampaikan, kepolisian berhasil menggali keterangan dari A. Kepada polisi, selama Juli 2020 sampai Desember kemarin sudah lebih 50 kali mendapatkan kekerasan seksual.

"Pengakuan sudah lebih 50 kali diperlakukan tak pantas," ucap dia.

Yusri menyebut, A kalap dan merencanakan untuk membunuh DS. A mengajak DS ke kediamannya. Di tempat itulah, DS dianiaya sampai meninggal dunia.

Bukan hanya itu, A juga memutilasi tubuh DS menjadi empat bagian. Potongan itu pun ditaruh ke dalam kantong plastik dan dibuang ke beberapa tempat.

"Sabtu kemarin sekitar pukul 10 malam korban datang dan menginap di rumah pelaku. Korban dianiaya hingga meninggal dunia sesuai melakukan hubungan sesama jenis," terang dia.

Yusri mengatakan, sehari-hari pelaku tinggal seorang diri. Sementara kedua orangtua berada di kampung. "Sehingga pada saat kejadian memang tidak ada orangtuanya, bahkan pada saat kami melakukan penggeledahan masih ada sisa-sisa darah korban," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Mutilasi di Bekasi Dinilai Harus Dapat Perlindungan
Seluruh Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi Ditemukan
Tetangga sempat Dengar Suara dan Aroma Aneh dari Rumah Tersangka Mutilasi di Bekasi
Pelaku Mutilasi di Kalimalang Habisi Korban Karena Kesal Dilecehkan
Ini Identitas Pelaku Mutilasi Jasad di Pinggir Kali Bekasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami