Pelaku Pencabulan Anak Dilepas, Pakar Hukum Nilai Polres Tangsel Keliru

Pelaku Pencabulan Anak Dilepas, Pakar Hukum Nilai Polres Tangsel Keliru
ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 20 Oktober 2021 09:53 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Keputusan Unit PPA Polres Tangerang Selatan (Tangsel) melepaskan pria berinisial T (25),terduga pelaku pencabulan terhadap remaja berusia 14 tahun, dinilai keliru. Pakar hukum menyatakan proses hukum harus tetap dilanjutkan walaupun keluarga korban tidak melapor.

"Keputusan Unit PPA Polres Tangerang Selatan, yang tidak memproses hukum pelaku adalah keliru. Hal ini mengingat pencabulan merupakan delik murni, bukan delik aduan. Jadi meskipun korban tidak mau melaporkan, polisi wajib memprosesnya," tegas Dosen Pidana Fakultas Hukum Universitas Pamulang Halimah, Rabu (20/10).

Dia menegaskan, dengan ditempuhnya penyelesaian perkara secara kekeluargaan dalam kasus pencabulan tersebut, sama halnya polisi yang tidak melanjutkan proses perkara terhadap tindak pidana pembunuhan. Lantaran korbannya mati dan tidak bisa membuat laporan.

"Dalam hukum pidana, pemeriksaan perkara yang bergantung pada aduan korban hanya berlaku pada delik aduan (klachtdelict). Sedangkan delik pencabulan bukan merupakan delik aduan. Terlebih lagi, korban dari kejahatan ini adalah anak-anak, yang diatur secara khusus dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, dengan konsekuensi pidana lebih berat dari pencabulan pada umumnya," kata dia.

Penanganan perkara pidana pencabulan anak, lanjut Halimah, harus memperhatikan ketentuan UU, sebab anak berpotensi mengalami trauma secara psikologis pascakejadian, dan berpengaruh pada masa depannya.

"Ironis apabila Kepolisian Resor Tangerang Selatan tidak melanjutkan proses hukum kejahatan pencabulan terhadap anak, padahal kejahatan ini merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime)," ucapnya.

Halimah meminta polisi melakukan penyidikan peristiwa ini dengan sungguh-sungguh, mengingat korban adalah anak-anak.

"Karena korbannya anak-anak, Kanit PPA seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap perkara ini. Saya berharap Kanit PPA Polres Tangerang Selatan segera melakukan koreksi atas kekeliruannya. Dan melakukan proses hukum atas peristiwa tersebut," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, remaja perempuan berusia 14 tahun di wilayah Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan pemilik warung berinisial T.

Peristiwa itu pertama pertama kali warga yang melihat korban menangis usai keluar dari warung dekat rumah korban, Senin (18/10) siang. Awalnya remaja itu disuruh ibunya membeli gula di warung pelaku.

Namun, remaja itu malah dimasukkan ke kamar dan dicabuli. Dia dilepaskan setelah pembeli lain datang.

Ibu korban dan warga kemudian mendatangi warung dan langsung mengamankan T. Dia dibawa ke Polres Tangsel.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tangsel Ipda Tita Puspita membenarkan adanya penyerahan terduga pelaku pencabulan dari warga.

"Iya betul, tetapi korban kemarin tidak ingin membuat laporan polisi. Diselesaikan secara kekeluargaan atas permintaan dari korban," ucap Tita.

Atas kesepakatan damai itu, terduga pelaku berinisial T tidak ditahan di Mapolresta Tangsel. "Kemarin sudah diamankan di Polres, tetapi dari korban tidak ingin membuat laporan polisi dan ingin diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi belum sempat di-BAP," ucap dia. (mdk/yan)

Baca juga:
VIDEO: Perintah Khusus Kapolri di Kasus Kapolsek Parigi Diduga Tiduri Anak Tersangka
Ibu 3 Anak Dilapor Balik Mantan Suami, LPSK Ingatkan UU Perlindungan Saksi & Korban
Beli Gula di Warung Tetangga, ABG di Pamulang Disekap dan Dicabuli Pemilik Warung
Iming-Iming Rp5.000, Pemuda di Sibolga Cabuli Bocah Laki-Laki 14 Tahun
Kapolda Sulteng akan Profesional Tangani Kasus Dugaan Asusila Kapolsek

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami