Kronologi Massa Bakar Polsek Tambelangan

PERISTIWA | 23 Mei 2019 16:47 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Dijamin ulama dan tokoh masyarakat, situasi di Kabupaten Sampang berharap segera kembali kondusif. Sebab kabar penangkapan ulama Madura peserta people power di Jakarta, yang menjadi pemicu aksi pembakaran Polsek Tambelangan, ternyata hoaks.

Ini sampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan usai menggelar pertemuan bersama tokoh agama, masyarakat dan pemuda di Sampang pasca-kerusuhan di Tambelangan.

"Untuk situasi saat ini, Alhamdulillah, dari pertemuan tadi, insya Allah dari tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, menyakinkan kami tidak akan terjadi hal yang terulang," kata Luki di Mapolda Jawa Timur, Kamis (23/5).

Terkait aksi pembakaran Mapolsek Tambalengan, jenderal polisi dua bintang ini menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut tidak berkaitan langsung dengan aksi people power di Jakarta yang rusuh sejak 21 Mei 2019 malam.

"Ini sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung dengan kejadian Pilpres, karena mereka dari malam, dari habis Magrib ada 200 orang yang tadinya mau ke Bawaslu, tidak jadi," ungkap Luki.

Lalu massa berputar-putar di jalan. "Akhirnya ke Polsek (Tambelangan) terkait beredarnya di media, adanya penangkapan tokoh Madura dan penembakan-penembakan yang ada di Jakarta," kata Luki.

Massa tersebut, meminta Kapolres Sampang, Kapolsek Tambelangan, serta pejabat-pejabat setempat untuk menyampaikan tuntutan agar melepas tokoh-tokoh Madura yang ditangkap di Jakarta, yang ternyata hoaks. "Dan (tuntutan) itu ditindaklanjuti," ucapnya.

Setelah itu massa meninggalkan kantor polisi. Tapi tiba-tiba kembali sekitar pukul 22.00 WIB dan bertindak anarkis. "Alhamdulillah pada kejadian ini, juga tidak ada korban baik itu anggota maupun masyarakat," katanya.

Namun, masih kata kapolda, salah satu massa sempat terkena tembakan anggota Polsek yang berusaha menghentikan aksi massa yang melempar kantornya dengan tembakan peringatan.

Nahas, peluru si petugas itu justru menyasar tangan salah satu massa. "Kalau enggak salah kena tangannya, keserempet saja," bebernya.

Diselamatan Bupati dengan Mobdin

Massa makin beringas dan melemparkan molotov. Kapolsek dan anggotanya terdesak dan menyelamatkan diri.

Kantor Polsek terbakar karena lemparan molotov. Dua mobil dinas, satu sepada motor dinas, 10 mobil pribadi, dan satu mobil milik warga yang dititipan ikut terbakar.

"Angota (yang menembak) juga berhasil diselamatkan dengan beberapa anggota lain," jelasnya.

Dan oleh bupati Sampang yang kemudian berada di lokasi, diselamatkan menggunakan menggunakan kendaraan dinas. "Dibawa oleh bupati dengan menggunakan kendaraan pelat merah."

Situasi akhirnya reda Kamis dini hari, ketika beberapa tokoh agama dan masyarakat yang langsung dikontak oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, agar segera mengendalikan massa.

"Ibu gubernur malam itu juga menelpon ke bupati, dan bupati langsung dengan Dandim yang berdekatan lokasi di sana, dengan Kapolres dan masyarakat ke sana (lokasi kejadian). Jam 1 malam sudah membubarkan diri," tandasnya.

Baca juga:
Pembakaran Polsek Tambelangan Dipicu Hoaks Penangkapan Ulama Madura di Jakarta
Polisi Buru Pembakar Polsek Tambelangan: Ini Negara Hukum Bukan Barbar
Polsek Tambelangan Dibakar, 300 Personel Bersenjata Lengkap Siaga di Madura
Polsek Tambelangan Dibakar, Kapolda Jatim Kumpulkan Tokoh-tokoh di Sampang
Kantor Polsek Tambelangan Madura Dibakar Massa

(mdk/cob)