Pembatasan Sosial Warga Sekitar Secapa AD Dikaji

Pembatasan Sosial Warga Sekitar Secapa AD Dikaji
PERISTIWA | 13 Juli 2020 01:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Provinsi Jawa Barat masih mengkaji opsi Pembatasan Sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD) yang menjadi klaster baru Covid-19.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kecamatan Cidadap untuk opsi tersebut. Karena pembatasan bisa saja dilakukan di seluruh kecamatan atau pun hanya di kawasan Secapa TNI-AD.

"Tadi sedang dibahas istilahnya Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), kami berikan arahan, sekarang Pak Camat sedang memilih apakah seluruh wilayah kecamatan atau kita cukup radius Secapa TNI-AD saja," katanya di Bandung, dilansir Antara, Minggu (12/7).

Dia menjelaskan, di sekitar kawasan Secapa TNI-AD ada delapan rukun warga (RW) permukiman masyarakat. Delapan RW itu meliputi tiga kelurahan, yakni Kelurahan Ledeng, Kelurahan Hegarmanah, dan Kelurahan Ciumbuleuit.

"Pilihan mana yang akan diambil, PSBM keseluruhan atau mengambil dari radius titik klaster Secapa TNI-AD. Kalau itu ditentukan, berapa posko yang disiapkan dan tindakan yang akan dilakukan," katanya.

Jika nantinya diterapkan maka aktivitas orang yang ke luar dan masuk wilayah itu harus diawasi dengan ketat dan tercatat. Meski begitu, dia juga menyarankan masyarakat sekitar Secapa TNI-AD tidak beraktivitas jika tidak memiliki keperluan penting.

Jika Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) itu diberlakukan, keperluan pangan dan sarana peralatan yang dibutuhkan masyarakat bisa diajukan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung.

"Ini masalah kesehatan, dampaknya masalah nyawa. Saya harapkan secepatnya kalau ada kesepakatan, ajukan dan Perwal tentang PSBM bisa ke luar lusa, dan PSBM bisa diberlakukan," katanya.

Dengan diberlakukannya PSBM nanti, diharapkan penyebaran Covid-19 dapat dicegah dan pelacakan dapat berjalan optimal apabila ada warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan. (mdk/noe)

Baca juga:
Kasad Sebut Pendidikan di Secapa AD Tetap Berjalan dengan Pengawasan Ketat
Kasad Sebut Sumber Awal Sebaran Covid-19 di Secapa AD Belum Diketahui
Kasad Ungkap Covid-19 Klaster Secapa AD Bermula Saat Dua Perwira Berobat ke RS
Saat Covid-19 'Menyerang' Sekolah Prajurit
Kasad Sebut 1.280 Orang di Secapa AD Terpapar Covid-19, 991 Perwira Siswa

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami