Pembayaran Ganti Rugi Imbas Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Halim Sudah 88%

PERISTIWA | 8 Desember 2019 08:01 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Proses pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGR) terhadap warga yang terimbas proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, di Tanah Galian, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur hampir rampung. Direktur Operasional PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) Muhammad Nasyir mengatakan pembayaran ganti rugi sudah mencapai 88 persen.

Dia juga memastikan pembayaran UGR kepada warga di Tanah Galian akan rampung sesuai dengan target.

"Sudah 88 persen. Insya Allah pembayaran Uang Ganti Kerugian kepada warga di Tanah Galian, Kelurahan Halim Perdanakusuma akan rampung sesuai dengan target," kata Nasyir dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (8/12).

Dia menerangkan, proses pembayaran UGR kepada warga yang dilaksanakan hari ini sudah memasuki UGR yang ke-7. Dengan rincian pembayaran UGR sebanyak 56 bidang bangunan.

Sehingga, dari total 248 bidang bangunan yang terdampak proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, di Tanah Galian, hanya tersisa 28 bidang bangunan lagi.

"Masih ada sekitar 12 persen, 28 bidang lagi. Mohon doanya semoga secepatnya bisa kita proses untuk pembayaran UGR kepada warga yang belum sehingga bisa rampung sesuai dengan target," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Masyarakat Puas dengan Pembayaran UGR

Proses pembayaran UGR proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung kepada warga, yang dilaksanakan di kantor BNI Matraman, Jakarta Timur berjalan lancar. Sejumlah pihak terkait dilibatkan dalam proses ini. Di antaranya PT KCIC, PT PSBI, BPN Kota Jakarta Timur, Sudin Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kota Administrasi Jakarta Timur dan BNI Kantor Kas Wijaya Karya.

Akwila Sihar Sihotang, salah satu warga yang menerima pembayaran UGR merasa puas dengan proses pembayaran UGR tersebut. Tokoh masyarakat Tanah Galian ini menambahkan, nilai pembayaran UGR sudah sesuai dengan harapan warga.

"Kami mendukung proyek nasional. Masyarakat puas dengan UGR ini. Nilai sesuai dengan harapan dengan dengan Undang-undang nomor 2 tahun 2012," ujar Akwila.

Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai sesuai dengan target. Hal ini dikarenakan proses pembebasan lahan yang hampir rampung.

Terdapat empat stasiun yang menyokong jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Diantaranya Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar. Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa memangkas waktu tempuh Jakarta-Bandung, menjadi sekitar 46 menit. (mdk/ray)

Baca juga:
Warga Terima Pembayaran UGR Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung Baru 38 Persen
Lahan 45 Hektare Pemprov Jabar Dijual Secara Ilegal untuk Proyek Kereta Api Cepat
Jokowi Ingin Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Gunakan Komponen Lokal
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 36,01 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.