Pembebasan Siti Aisyah Bukti Diplomasi Jokowi Kelas Premium
PERISTIWA | 13 Maret 2019 10:52 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan pembebasan Siti Aisyah tersangka kasus pembunuhan Kim Jong Nam, oleh pengadilan Malaysia menunjukkan diplomasi pemerintahan Jokowi berkelas premium. Aisyah pun langsung kembali ke Tanah Air hanya beberapa jam setelah bebas itu.

"Semestinya semua anak bangsa gembira dengan pembebasan Siti Aisyah. Ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Jokowi sama sekali tidak menelantarkan satu pun nyawa warganya yang terkena masalah di luar negeri. Kalau ada yang nyinyir dengan pembebasan ini, patut dipertanyakan kualitas nasionalismenya. Jangan-jangan hanya KTP atau paspornya yang Indonesia, tetapi jiwanya, hatinya tidak di sini," kata politisi NasDem itu, Rabu (13/3).

Menurut informasi yang diperolehnya, sejak Siti Aisyah ditangkap pihak berwenang Malaysia setelah kasus yang menghebohkan dunia pada Februari 2017 itu, seluruh perangkat diplomasi bekerja dengan ujung tombak tentu saja Kementerian Luar Negeri. Kasus itu dinilai istimewa karena korbannya adalah adik seayah pemimpin Korut Kim Jong Un sehingga menarik perhatian dunia.

Yang terlibat dalam diplomasi total itu mulai dari Kementerian Kehakiman, Kejaksaan Agung, Kepolisian serta Presiden Jokowi sendiri yang berbicara langsung dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

"Kalau ada yang bilang ini pencitraan, masak Malaysia disuruh mengangkat citra Jokowi. Inilah pikiran-pikiran sempit dan mengada-ada hanya karena tidak suka dengan kesuksesan dan prestasi Jokowi," katanya lagi.

Menurut politisi yang juga Ketua DPP Garda Pemuda NasDem ini, pembebasan Siti Aisyah hanyalah salah satu dari keberhasilan upaya diplomasi premium pemerintahan Presiden Joko Widodo. Berkat diplomasi berkualitas pemerintahan Jokowi pula dalam empat tahun terakhir ratusan warga negara Indonesia di luar negeri bisa dibebaskan dari ancaman hukuman mati.

"Sepanjang tahun 2018 saja terdapat 278 WNI telah dibebaskan dari ancaman hukuman mati," kata Prananda yang juga calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara 1 itu mengutip data Kementerian Luar Negeri.

Menurut dia, pembebasan Siti Aisyah dan ratusan WNI yang terancam hukuman mati di berbagai negara di dunia, menunjukkan bahwa Indonesia dan Presiden Jokowi dihargai dan didengar di mata dunia internasional. Banyak pemimpin negara lain gagal membebaskan warganya yang terancam hukuman di negara-negara lain, namun Indonesia membuktikan sebaliknya. Hal itu menunjukkan reputasi dan posisi Jokowi dalam pergaulan internasional.

Pembebasan Siti Aisyah dan ratusan warga negara Indonesia lainnya yang terancam hukuman mati di negara lain merupakan sebuah fakta terbuka sehingga masyarakat tahu persis siapa yang bekerja dalam usaha diplomasi itu, dan siapa saja yang nyinyir.

"Publik makin tahu mana yang loyang, mana emas. Kalau ada yang nyinyir di tengah kegembiraan masyarakat karena pembebasan Siti Aisyah, tak bisa tidak hanyalah kelompok loyang," katanya.

Baca juga:
Siti Aisyah Bebas, Vietnam Minta Hal Serupa ke Malaysia
165 WNI Terancam Hukuman Mati Berhak Dapat Diplomasi Total Seperti Siti Aisyah
Siti Aisyah Bebas, JK Tegaskan Pemerintah Selalu Berusaha Bebaskan WNI Bermasalah
Tiba di Kampung Halaman, Siti Aisyah Jatuh Pingsan
Usai Bertemu Jokowi, Siti Aisyah Tak Bicara Apapun Saat Tinggalkan Istana

(mdk/eko)