Pembelaan BPJS Disebut Sandi Tak Layani Bu Lis, Pengidap Kanker Payudara

PERISTIWA | 19 Maret 2019 08:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Nama Bu Lis atau Niswatin Naimah (44), warga Dukuh Babadan RT 08 RW 02, Desa Bentak, Sidoharjo, Sragen mendadak terkenal karena disebut-sebut Sandiaga Uno saat debat cawapres, Minggu (18/3) malam. Dikatakan Sandiaga, Bu Lis penderita kanker payudara asal Sragen terpaksa menghentikan pengobatannya lantaran tidak dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS.

Niswatin sendiri juga sempat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait permasalahan yang dialaminya. Niswatin mengaku apa yang disampaikan Sandiaga dalam debat cawapres tersebut benar adanya. Ia juga menunjukkan bukti-bukti terkait sakit yang dia derita.

Menanggapi hal itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Bimantoro mengaku telah melakukan evaluasi. Menurutnya, Niswatin telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

"Kami sudah melakukan pengecekan data dan berkoordinasi dengan peserta maupun pihak rumah sakit. Hasilnya Ibu Niswatin telah mendapatkan hak-nya sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)," ujar Bimantoro, Senin (18/3) malam.

Menurut Bimantoro, Niswatin, terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak 2015. Namun pada Maret 2018, dia didiagnosa oleh dokter berdasarkan pemeriksaan menderita penyakit kanker payudara grade 2 non-metastasis. Sejak itu, ia menjalani pengobatan kemoterapi rutin. Niswatin juga telah menjalani kemoterapi gelombang pertama sebanyak 7 kali hingga bulan Oktober 2018.

"Sesuai indikasi medis dan restriksi Formularium Nasional, pasien belum dapat diresepkan obat Herceptin karena obat ini untuk penderita kanker payudara metastasis dengan pemeriksaan HER2 positif. Sementara ibu Niswatin masih belum ke arah itu," katanya.

Bimantoro menerangkan, berdasarkan konfirmasi dengan pihak Rumah Sakit dr. Soehadi Pridjonegoro Sragen, Niswatin saat ini sudah selesai menjalani pemeriksaan kemoterapi. Namun pasien harus tetap menjalani pengobatan rutin dan dalam pemantauan dokter.

"Kami sudah bertemu dengan pasien dan persoalan ini sudah diselesaikan dengan baik. Karena itu kami juga berterima kasih kepada pihak yang memberikan masukan untuk penyelenggaraan Program JKN-KIS lebih baik," kata Bimantoro.

Baca juga:
Bahas Persoalan BPJS, Sandiaga Angkat Kisah Miris Pasien di Sragen
Solusi Prabowo-Sandi Atasi Defisit BPJS
Soal Stunting, YLKI Nilai Para Cawapres Belum Punya Solusi Sistematis
Debat Cawapres, Sandiaga akan Beberkan Fakta Sebenarnya BPJS Kesehatan
BPN: Prabowo Akan Evaluasi BPJS Jika Terpilih Jadi Presiden

(mdk/rhm)