Pembelaan dan Permintaan Keluarga Pengasuh Ponpes di Jombang Tersangka Pencabulan

Pembelaan dan Permintaan Keluarga Pengasuh Ponpes di Jombang Tersangka Pencabulan
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock
PERISTIWA | 6 Februari 2020 13:20 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Upaya paksa yang akan dilakukan polisi terhadap MSA, Pengasuh sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) di Jombang, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati, ditanggapi pihak keluarga.

Juru bicara keluarga Ponpes Shiddiqiyyah, Nugroho Harijanto berharap polisi tidak melakukan upaya paksa. Ada beberapa alasan keluarga meminta itu.

Pertama, keluarga meyakini jika sebenarnya MSA dapat bersikap kooperatif. Namun, hal itu belum dapat dilakukan mengingat sang ayah yang juga kiai di ponpes tersebut, kini tengah sakit.

"Jadi MSA selama ini lah yang merawat dan mendampingi pak kiai yang sedang sakit. Kalau beliaunya tidak ada, itu sama pak kiai selalu dicari. Hal itu lah yang membuat MSA tidak dapat memenuhi panggilan polisi selama ini," ujarnya, Kamis (6/2).

Kedua, keluarga berencana mengajukan permohonan pada polisi agar MSA dapat diperiksa di rumahnya. Ini bukannya tanpa alasan. Sebab, dia harus merawat sang ayah.

"Kita akan ajukan permohonan itu secepatnya dalam pekan ini. Bukannya tidak mau kooperatif, tapi pak kiai sedang sakit dan MSA lah yang selama ini merawatnya," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Pembelaan Keluarga...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami