Pembeli dan Notaris Berkomplot Tipu Penjual Rumah di Jaksel

PERISTIWA | 4 November 2019 16:54 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Polda Metro Jaya mengamankan dua pelaku penipuan jual beli surat tanah di Jakarta Selatan. Berawal laporan masuk ke Polda Metro Jaya pada bulan Juli yaitu kasus penggelapan dan penipuan jual beli surat tanah di bulan Mei 2019.

Dua orang pelaku, inisial M berpura-pura menjadi pembeli dan pelaku N sebagai notaris yang daerah yurisdiksinya di Cianjur, Jawa Barat.

"Peran tersangka W pura-pura sebagai pembeli, berbagai upaya dan cara komunikasi dilakukan untuk meyakinkan agar penjual rumah percaya, akhirnya pelaku memberikan DP Rp150 juta padahal rumah yang dijual Rp4,5," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Korban saat itu percaya dengan pelaku karena DP yang dibayarkan sehingga korban memberikan sertifikat rumah kepada W dan pada saat itu sertifikat diberikan ke notaris tersangka N lalu dijual kepada pihak ketiga.

Setelah diusut motif penipuan yang dilakukan oleh tersangka W Ia menjual sertifikasi tanah pada pihak ketiga dengan harga Rp2,6 M dan uang itu digunakan untuk membayar utang-utangnya.

"Sertifikat dikasih ke W lalu dikasih ke notaris, saat jatuh tempo ditanya ke korban pada pelaku untuk transaksi selanjutnya tetapi tidak ada kabar, setelah dilakukan cek and ricek sertifikat diberikan kepada pihak ketiga," kata Argo.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan pengembangan lebih lanjut. Karena adanya dugaan tersangka dalam kaitan kasus-kasus kriminal yang lain.

"Saat ini kita sudah melakukan penahanan dan pelaku dikenakan Pasal 372 dengan ancaman 4 tahun penjara," lanjut Argo.

Baca juga:
Ngaku Pegawai Kemenko Polhukam, Irwan Tipu Korban Sebut Bisa Berangkatkan Umrah
Tipu Perusahaan Peminjam Uang Rp 1,5 M, Pria Ini Ditangkap Polisi
Mengaku Staf Direksi Pertamina, Kosim Kuras Harta Herlin Rp 49 Juta
Ini Tips Aman Agar Anda Tidak Tertipu Atas Nama Gojek
Menyamar Jadi Mahasiswi, Barbie Nekat Gadaikan Motor Sewaan

(mdk/eko)