Pembuat Hoaks Surat MUI Agar Ulama Hati-hati dan Melawan Saat Rapid Test Dipolisikan

Pembuat Hoaks Surat MUI Agar Ulama Hati-hati dan Melawan Saat Rapid Test Dipolisikan
PERISTIWA | 28 Mei 2020 22:19 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat laporan polisi terkait selebaran berita atau informasi bohong (hoaks) terkait dengan imbauan para Ulama, Kiyai dan Ustadz berhati-hati dengan rencana Rapid Test Covid-19.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0278/V/2020/BARESKRIM tanggal 28 Mei 2020 dengan terlapor dalam lidik.

"Iya benar, kita baru saja membuat laporan di Bareskrim Polri. Alhamdulillah laporan dengan sigap ditangani dengan baik dan telah diterima oleh Divisi Cyber," kata Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI Ikhsan Abdullah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (28/5).

Menurutnya, penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan MUI dapat mengganggu, memecah belah umat serta meresahkan masyarakat ditengah pandemi corona yang masih melanda Indonesia.

"Justru tersebar hoaks dan fitnah dengan berita bohong seakan-akan MUI membuat pemberitahuan kepada MUI seluruh provinsi untuk menolak rapid test. Padahal justru rapid test diharapkan dapat dilaksanakan secara masal demi men-detect lebih dini penyebaran virus corona," ujarnya.

Laporan yang ia buat tersebut dilakukan, agar tak ada lagi sekelompok orang yang mengatasnamakan MUI dalam melakukan kejahatan lain atau serupa.

Laporan tersebut dibuat atas perkara Tindak Pidana Kebencian atau Permusuhan Individu/Antar Golongan (SARA) UU No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat (2), penyebaran berita bohong (hoax) UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 ayat (1) dan (2).

"Laporan ini dimaksudkan agar pelakunya dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan tidak ada lagi orang atau sekelompok orang yang mengatasnamakan MUI untuk melakukan kejahatan dan upaya-upaya adu domba," tutupnya.

Secara terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan atas laporan yang dibuat oleh pihak MUI atas kasus tersebut ke Bareskrim Polri.

"Benar yang bersangkutan sudah membuat laporan polisi," ujar Argo.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid menegaskan seruan tersebut ialah hoaks atau berita bohong. Dia menjelaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pengumuman tersebut.

"Itu pasti hoaks, karena MUI tidak pernah mengeluarkan pemberitahuan seperti itu," kata Zainut saat dihubungi merdekacom, Minggu (24/5).

Dia juga menjelaskan surat tersebut tidak sesuai dengan kop standar MUI. Serta tutur bahasanya pun tidak sesuai standar MUI.

"Dari kop surat dan isi pemberitahuannya tidak sesuai standar MUI," tegas Zainut. (mdk/gil)

Baca juga:
Istana: Hoaks Ruhut Sitompul Dilantik Jadi Anggota BPIP
Polisi Buru Penyebar Hoaks 31 Anggota Polresta Mamuju Terpapar Corona
Hingga 14 Mei 2020, Polri Tangani 104 Kasus Hoaks Corona
Hoaks Bahar bin Smith Dipukuli Hingga Bonyok di Lapas Batu Nusakambangan
MUI Duga Ada yang Ingin Merusak Nama Baik dengan Sebar Surat Hoaks
CEK FAKTA: Hoaks Surat MUI Agar Ulama Hati-hati dan Melawan Saat Rapid Test

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5