Pembunuh Guru SD di Banyuasin Diringkus, Motif Pemerkosaan

Pembunuh Guru SD di Banyuasin Diringkus, Motif Pemerkosaan
PERISTIWA | 10 Juli 2020 04:33 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Belum 24 jam usai penemuan mayat guru SD Efriza Yuniar alias Yuyun (50) di dalam ember dengan kondisi terikat dan tanpa busana, polisi meringkus pelaku pembunuhan. Pelaku berinisial AD alias AP (18) yang merupakan tetangga korban sendiri.

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Sianipar mengungkapkan, pelaku diringkus saat keluar dari rumahnya, Kamis (9/7) pukul 18.30 WIB. Penangkapan berdasarkan keterangan saksi yang mencurigai perilaku tersangka usai penemuan mayat korban.

"Benar, pelaku sudah kita amankan masih berusia 18 tahun dan ditetapkan sebagai tersangka. Dia tinggal tak jauh dari rumah korban," ungkap Danny.

Dari penangkapan itu, ditemukan dua unit ponsel korban yang disimpan di saku celana tersangka. Tersangka akhirnya mengakui perbuatannya dan langsung digiring ke kantor polisi untuk pemeriksaan.

"Petugas menggeledah pakaiannya dan ditemukan barang bukti," kata dia.

Ditambahkan Danny, pelaku yang tinggal bertetangga dengan korban ternyata suka mengintip. Tersangka memanfaatkan kondisi korban yang tinggal seorang diri sejak delapan tahun lalu.

"Tersangka memperkosa korban karena menonton video porno. Dia memang sering mengintip korban saat mandi," ungkap Danny.

Sementara pembunuhan itu dilakukan tersangka karena korban berontak dan berteriak saat perkosaan terjadi. Dia tak ingin aksinya dipergoki warga dan menjadi bulan-bulanan massa.

"Tersangka panik karena korban berontak dan akhirnya dibunuh dengan cara dicekik pakai ikat pinggang dan kabel charger," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman pidana yang dikenakan seumur hidup penjara atau hukuman mati.

"Hukumannya bisa mati, penyidik masih memeriksa tersangka untuk memutuskan pasal yang dikenakan," kata dia.

Pembunuhan tersebut berawal saat tersangka mengintip korban mandi di rumahnya, Rabu (8/7) sore. Tersangka masuk ke rumah dan menunggu korban di samping lemari es dekat kamar mandi.

Setelah korban keluar dari kamar mandi, tersangka mencekiknya dengan tangan yang membuat korban pingsan. Kemudian tersangka membawa korban ke ruang tamu dan korban diperkosa.

Korban tersadar. Dia sempat berontak dan meminta tolong. Tersangka juga mengikat tangan korban hingga akhirnya korban tewas.

"Tersangka memperkosa korban" ujarnya.

Kemudian, tersangka kabur melalui pintu depan dan menguncinya dari luar. Anak kunci itu diselipkan tersangka ke dalam rumah melalui celah bawah pintu.

"Barang bukti banyak kami temukan di TKP dan dari tangan tersangka. Penyidik masih mendalami pemeriksaan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalur 5, Desa Marga Satwa Rahayu, Kecamatan Sumber Marga Telang, Banyuasin, Sumatera Selatan, gempar dengan penemuan mayat salah satu warganya di dalam ember berdiameter 60 centimeter dengan kondisi telanjang dan tangan terikat tali rafia di perut, Kamis (9/7) pukul 09.00 WIB. Korban berstatus janda dan bekerja sebagai guru PNS di Sekolah Dasar Negeri 11 Muara Telang Banyuasin. (mdk/ded)

Baca juga:
Pemerkosa dan Pembunuh Guru SD Sempat Bantu Warga Antar Mayat ke Rumah Sakit
4 Saksi Diperiksa, Guru SD di Banyuasin Diduga Tewas karena Jeratan di Leher
Guru SD di Banyuasin Ditemukan Tewas Terikat dalam Ember
Pembunuh Remaja Putri di Palembang Masih Siswa SMK, Modus Tawarkan Pekerjaan
Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi
Polda Sumut Proses Anggota Polsek Percut Sei Tuan Aniaya Saksi Pembunuhan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami