Pembunuhan Ayah-Anak, Kesaksian Tetangga Saat Rumah Aulia Kesuma Terbakar

Pembunuhan Ayah-Anak, Kesaksian Tetangga Saat Rumah Aulia Kesuma Terbakar
PERISTIWA | 27 Februari 2020 20:46 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang terkait pembunuhan berencana terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) oleh istri Edi, Aulia Kesuma. Agenda sidang ini menghadirkan dua orang eksekutor atas nama Muhammad Nursahid alias Sugeng dan Kusmawanto alias Agus.

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan satu orang saksi atas nama Atit Santoso. Ia merupakan tetangga dari korban yang tinggal di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Atit mengaku, hanya mengetahui kejadian atau peristiwa kebakaran yang terjadi di rumah korban dan terdakwa Aulia. Karena, ia memang tinggal persis di sebelah rumah Pupung dan Aulia.

"Kejadian yang sebelah rumah saya. Yang saya tahu kebakaran di sebelah rumah saya, Jalan Lebak Bulus tahun 2019, sore setelah Magrib," kata Atit dalam persidangan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Mengetahui adanya kebakaran di rumah korban yang berada di lantai dua, Atit pun langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Hal itu agar api yang menyala di rumah korban segera dipadamkan. Terlebih ia tak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

"Pada waktu itu pak, saya ada di dalam rumah, karena suami saya sakit. Lalu di depan rumah sudah banyak orang, tahunya ada yang teriak, ibu-ibu itu ada kebakaran. Api itu menyala posisinya ada di sebelah kanan atas," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Lanjutan Kesaksian

Bukan hanya petugas Damkar saja yang ia hubungi, dirinya juga menghubungi Aulia yang memang tinggal atau menempati rumah tersebut.

"Saya telepon kebetulan nyangkut, eh kamu ada dimana? Oh saya sedang ada di Permata Hijau. Terus saya bilang, itu rumahmu kebakaran, coba kamu datang, kamu pulang, pulang, rumahmu kebakaran. Akhirnya pulang," jelasnya.

Saat datang, Aulia tak banyak bicara dengan dirinya. Terlebih, terkait permasalahan antara Aulia dengan korban Pupung.

"Saya tidak dengar pak, peristiwa itu saya enggak tahu. Saya enggak tahu tentang apa permasalahannya dia bagaimana, karena Ibu Aulia datang enggak ada cerita apa, apa itu enggak ada," ucapnya.

Atit mengungkapkan, kedatangan Aulia saat itu hanya untuk meminta gembok kepada dirinya. Lantas, ia pun langsung meminta anaknya untuk mengambilkan gembok untuk diberikan kepada Aulia.

Ia juga tak mengetahui, saat Aulia pergi kembali dari rumahnya itu dengan siapa. Yang ia ketahui hanya datang dengan menggunakan ojek.

"Dia naik ojek (datangnya) sendirian. Pulang saya enggak lihat. Pada waktu dia datang, dia hanya menyatakan, ibu saya perlu gembok, oke saya bilang, saya suruh sama anak-anak saya kasih dia gembok, sudah saya langsung ke dalam rumah, enggak tahu menahu," ungkapnya.

Selain itu, selama ia bertetangga, rumah Atit hanya sekali saja didatangi oleh Aulia. Kedatangannya itu saat Hari Raya Idul Fitri tahun 2019.

"Saya tidak dekat, dia datang ke rumah saya hanya buat lebaran. Dia di rumah saya 2 jam sampai anaknya itu tidur, yang lainnya saya benar-benar enggak tahu," tutupnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung dan Dana Bantah Injak Leher
Tak Ada di BAP, Pembantu Aulia Kesuma Ngotot Coba Gagalkan Rencana Pembunuhan
JPU akan Hadirkan 3 Saksi Sidang Aulia Kesuma, Istri yang Bunuh Suami dan Anak Tiri
Sidang Terdakwa Aulia Kesuma Hadirkan 3 Saksi Keluarga Korban
Aulia Pernah Minta Dibuatkan Akta Waris Anak Tapi Ditolak Pupung
Pembunuh Bayaran yang Disewa Aulia Kesuma Disidang Hari Ini

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami