Pembunuhan TKI di Malaysia Dipicu Masalah Memasak, Pelaku Berasal dari Lombok

PERISTIWA | 11 Desember 2019 17:22 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kasus pembunuhan Ilyas Setiawan, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Trenggalek, Jawa Timur, yang bekerja perkebunan kelapa sawit di Malaysia telah terungkap. Kini, keluarga korban pembunuhan tengah berharap agar jenazah segera dikembalikan ke Trenggalek.

Terungkapnya kasus pembunuhan TKI asal Trenggalek ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Ia menyatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku pembunuhan Ilyas telah terungkap.

Pelaku diketahui bernama Halidi. Menurut pengakuan tersangka, ia merupakan warga Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Pengakuan yang bersangkutan demikian. Ia tidak memiliki paspor," kata Barung, Rabu (11/12).

Dia menambahkan, informasi dari LO Polri KJRI Kuching Serawak Malaysia, korban meninggal akibat luka di kepala. Pada kepala korban, ditemukan luka retak sepanjang 9 sentimeter. Hal ini lah yang diduga mengakibatkan pendarahan hebat yang menyebabkan kematian korban.

1 dari 1 halaman

Korban Cekcok dengan Tersangka Sebelum Dibunuh

Pemicu kasus ini sendiri diduga karena persoalan sepele. Pada saat kejadian, korban diduga cekcok dengan tersangka, karena persoalan giliran memasak di barak pekerja pada pagi hari. Karena korban diduga tak mau memasak itulah, tersangka marah dan memukul kepala korban.

"Saat ini masih dilakukan pendalaman. Keluarga juga masih menunggu proses pemulangan jenazah," katanya.

Untuk diketahui, pada Kamis 5 Desember 2019 pukul 15.00 waktu Malaysia, Christopher Anak Thomas Bagi, pelapor dalam perjalanan ke kebun sawit yang terletak di Kampung Abit, Serian Serawak Malaysia, melintas di sebuah rumah kebun. Saat itu, ia mendapati korban WNI asal Kab. Trenggalek terbaring di atas tanah dengan kepala berlumuran darah dan dalam keadaan meninggal dunia. (mdk/gil)

Baca juga:
Pelaku Sodomi di Kalteng Sempat Memberi Rokok ke Korban
Sebelum Dibunuh, Siswi SMA Hamil 4 Bulan di Nias Sempat Melawan Pelaku
Bocah 12 Tahun di Kalteng Sempat Disodomi Sebelum Dipenggal, Polisi Tangkap Pelaku
Pembunuh dan Pemerkosa Telan Pil Racun Usai Divonis Bersalah di Pengadilan Prancis
Terdakwa Mutilasi PNS Kemenag Bandung Tuntutan Hukuman Mati
Bacakan Pleidoi, Terdakwa Pembunuhan dan Mutilasi PNS Bandung Menyesal
Diduga Terbakar Api Cemburu, Suami Bacok Istri Hingga Tewas

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.