Pemda Diminta Fasilitasi Warga yang Kesulitan Akses Program Kartu Prakerja

Pemda Diminta Fasilitasi Warga yang Kesulitan Akses Program Kartu Prakerja
kartu prakerja di biak. ©2021 Merdeka.com/istimewa
NEWS | 13 September 2021 11:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja berkunjung ke Biak, Papua, untuk melakukan pendampingan kepada warga Kabupaten Biak Numfor dan Supiori yang ingin mengikuti Program Kartu Prakerja. Kunjungan dilakukan pada 10-11 September 2021.

Sebanyak 67 orang yang mengikuti kegiatan pendampingan. 42 Orang berasal dari Kabupaten Biak dan 25 orang dari Kabupaten Supiori.

"Kami datang langsung ke Kabupaten Biak Numfor dan Supiori untuk meningkatkan kepesertaan warga di dua kabupaten ini karena kami memiliki komitmen untuk memberi kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat di 514 kabupatan dan kota," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, di Biak Numfor, Minggu (12/9).

Tingkat kepesertaan Kartu Prakerja di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori memang yang terkecil dibanding kabupaten/kota lain di wilayah Papua. Sejak Program Kartu Prakerja diluncurkan, hanya ada 9 warga Kabupaten Supiori dan 84 warga Kabupaten Biak Numfor yang telah menjadi penerima Kartu Prakerja.

Warga Biak dan Supiori yang mengikuti kegiatan pendampingan pendaftaran datang dengan membawa KTP, Kartu Keluarga, dan smartphone. Smartphone diperlukan karena pendaftaran dilakukan secara online. Seluruh proses pendaftaran dilakukan sendiri oleh warga pada smartphone mereka dengan didampingi oleh tim Kartu Prakerja.

Denni mengatakan, dengan solusi digital, peserta Kartu Prakerja di Biak dan Supiori dapat menikmati pelatihan secara online, dengan instruktur-instruktur yang sama bagusnya dengan yang dinikmati oleh peserta di daerah lain. Dengan online kita dapat melakukan pemerataan atas kelangkaan instruktur maupun lembaga pelatihan.

"Kalau kita menggunakan cara-cara lama, solusi-solusi lama, maka barangkali masyarakat di dua kabupaten ini akan agak lama mengejar apa yang sudah dicapai oleh para peserta di daerah lain," katanya.

Selain mendampingi warga yang ingin mendaftar, Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga melakukan sosialisasi ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori agar ke depannya pemerintah daerah dapat mendampingi warganya.

"Kami menguatkan fungsi peran pemerintah daerah untuk melayani warga supaya bisa mengakses Kartu Prakerja," kata Denni.

Penguatan fungsi pemerintah daerah ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 560/2821/SJ tentang Pelayanan Pendaftaran Kartu Prakerja. Dalam surat edaran ini, kepala daerah diminta untuk memerintahkan kepala dinas yang membidangi urusan tenaga kerja, perdagangan, perindustrian, pariwisata, serta koperasi, usaha kecil dan menengah untuk memberikan pelayanan pendaftaran bagi warga yang tidak bisa mendaftar secara online melalui website Program Kartu Prakerja di www.prakerja.go.id.

Pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah ini adalah dengan memberikan fasilitas alat elektronik seperti komputer, tablet, atau smartphone beserta akses internet yang terhubung di kantor masing-masing dinas, serta memberikan bimbingan pendaftaran kepada warga. (mdk/rnd)

Baca juga:
Menko Airlangga ke Alumni Kartu Prakerja: Manfaatkan KUR dengan Bunga Pinjaman Rendah
Peserta Total Program Kartu Prakerja 2021 Sejauh ini Capai 4,3 Juta Orang
1 Bulan Tak Manfaatkan Kartu Prakerja, Kepesertaan Bakal Dicabut & Masuk Daftar Hitam
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 20 Segera Dibuka, Kuota 800.000 Peserta
Menko Airlangga Minta Alumni Kartu Prakerja Bentuk Komunitas
Menko Airlangga: Alumni Kartu Prakerja Bisa Manfaatkan KUR untuk Kembangkan Usaha

2 dari 2 halaman

Internet Jadi Kendala

Bupati Supiori, Yan Imbab, yang hadir dalam acara pendampingan ini antusias membantu warganya. Ia langsung memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan untuk langsung merespon dan memastikan Program Kartu Prakerja bisa diakses oleh warga Supiori.

"Saya juga meminta Disnaker untuk menyediakan wifi corner di kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Supiori dan di UPT (Unit Pelayanan Teknis)," kata Bupati Yan. Ia pun akan mendorong penambahan menara BTS di wilayahnya.

Akses internet memang menjadi salah satu masalah di Kabupaten Supiori. Warga Supiori yang ingin mendapat jaringan internet stabil harus melalui perjalanan darat selama 2 jam ke Kabupaten Biak. Sementara di Biak pun, jaringan internet masih terbatas.

Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Biak Numfor, Mahasunu, berkomitmen untuk membantu keberhasilan Program Kartu Prakerja agar warganya dapat menikmati bantuan dari Kartu Prakerja.

Sumber: Liputan6.com

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami