Pemerintah akan bangun Universitas Islam International Indonesia

Pemerintah akan bangun Universitas Islam International Indonesia
10 masjid raksasa. ©Reuters
PERISTIWA | 8 Juni 2016 14:56 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pemerintah akan mendirikan Universitas Islam International Indonesia di Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Hal ini diketahui setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Kantor Wakil Presiden untuk mempersiapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan pembangunan Universitas tersebut.

"Jadi memang sudah lama kita persiapkan adanya Perguruan Tinggi (PT) Islam bertaraf dunia di Indonesia yang tidak hanya mendalami study-study keislaman tapi juga sekaligus memperkenalkan kepada dunia bahwa peradaban Islam di Indonesia bisa juga memberi kontribusi positif menata peradaban dunia," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai mengikuti rapat koordinasi, Rabu (8/6).

Pembangunan Universitas Islam International Indonesia, kata Lukman, di bawah koordinasi Kementerian Agama. Ikut terlibat Kementerian Ristekdikti dan Kementerian Luar Negeri.

Nantinya anggaran pembangunan Universitas tersebut diambil dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun, tidak menutup peluang mengambil dana dari masyarakat dan hibah.

Di tempat yang sama, Tim perumus pembangunan Universitas Islam International Indonesia Komarudin Hidayat mengatakan alumni Universitas Islam bertaraf dunia ini nantinya memperkuat sekaligus memberikan diplomasi kultural intelektual kepada dunia.

"Kita ini sudah saatnya menjadi pemikir membicarakan negeri kita sendiri yang selama ini kita baca Indonesia lewat tulisan buku-buku orang luar Indonesia padahal banyak doktor asing risetnya di Indonesia,"ujarnya.

Ditargetkan sekitar 2.000 mahasiswa yang akan terjaring untuk memasuki kampus pascasarjana ini. Baik mahasiswa dalam negeri maupun dari luar negeri. Rencananya, pembangunan kampus Universitas Islam International Indonesia akan rampung dua atau tiga tahun kemudian.

Dari pantauan merdeka.com sejumlah menteri yang hadir dalam rapat koordinasi ini yaitu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti, M Nasir, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, Mensesneg, Pratikno dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi. (mdk/hhw)

Baca juga:

Beginikah potret pendidikan saat ini, ketika murid tak hormati guru

Mekanisme kemudahan sistem pembayaran pendidikan calon mahasiswa UI

Cerita haru calon mahasiswa tak punya uang menangis di pangkuan ibu

Mendikbud: Ada laporan guru tinggalkan sekolah karena takut Santoso

Bertemu PM Malaysia, Wapres JK bahas pendidikan anak-anak TKI

Kemendikbud ingin revolusi mental sejak usia dini

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami