Pemerintah Akan Beri Bintang Jasa ke Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19

Pemerintah Akan Beri Bintang Jasa ke Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19
PERISTIWA | 8 Agustus 2020 21:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan pemerintah akan memberikan bintang jasa kepada 22 tenaga medis yang gugur saat menangani pasien virus corona (Covid-19). Mahfud mengatakan tanda penghargaan tersebut akan diberikan pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Menurut dia, ada dua jenis tanda penghargaan yakni, Bintang Jasa Pratama dan Bintang Jasa Nararya. Para penerima penghargaan tersebut telah diputuskan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan

"Akan diberikan kepada 9 tenaga medis yang gugur itu namanya Bintang Jasa Pratama. Kemudian Bintang Jasa Nararya kepada 13 orang tenaga medis," kata Mahfud saat video conference, Sabtu (8/8/2020).

Dia menjelaskan bintang saja tersebut merupakan bentuk penghormatan simbolik dari pemerintah kepada tenaga medis yang gugur saat menangani Covid-19. Selain bintang jasa, pemerintah juga memberikan santunan sebesar Rp300 juta bagi tenaga medis yang gugur.

Mahfud menerangkan pemberian bintang jasa dan santunan ini barulah tahap pertama. Kata dia, pemerintah saat ini masih mendata tenaga medis yang gugur.

"Ini tahap pertama, kita menunggu laporan resmi pemerintah, nanti akan diberikan bintang jasa dan santunan yang sama. Pemerintah dalam hal ini melalui Komite, Sub Komite Gugus Tugas sekarang bersama Kemenkes terus bekerja intensif mendata siapa-siapa (tenaga medis) yang gugur," jelas Mahfud

Dia menekankan pemerintah mempunyai perhatian serius kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi virus corona (Covid-19). Mulai dari, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis, masker medis, hingga menyediakan insentif dan santunan.

Adapun besaran insentif dari pemerintah untuk dokter spesialis yang menangani Covid-19 sebesar Rp 15 juta per bulan, sementara dokter umum Rp10 juta per bulan. Kemudian, tenaga medis selain dokter namun menangani Covid-19 diberikan insentif sebesar Rp7,5 juta per bulannya.

"Dananya sudah tersedia," ucap Mahfud.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Berkurang 4, Kasus Positif Covid-19 di Secapa AD Turun Jadi 67 Orang
Penelitian Terbaru: Pasien Covid-19 Sudah Sembuh Alami Gangguan Pendengaran
Lembaga Eijkman: Pengembangan Vaksin Sekali Suntik Untuk Seumur Hidup
Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19 Sinovac Hanya Untuk Warga Bandung Raya
Tanggapan Polri Soal Calon Taruni Akpol Gagal Lolos Gara Gara Covid-19
Sembilan Daerah di Jawa Timur Masih Zona Merah Covid-19
Mahfud Jelaskan Alasan Kasad Andika Perkasa Dilibatkan di Komite Penanganan Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami