Pemerintah Berencana Pakai Mesin TCM Periksa Pasien Bergejala Covid-19

Pemerintah Berencana Pakai Mesin TCM Periksa Pasien Bergejala Covid-19
PERISTIWA | 1 April 2020 16:49 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Pemerintah berupaya mencari solusi agar hasil tes Corona atau Covid-19 lebih cepat diketahui. Salah satu langkah yang dipikirkan dengan memanfaatkan mesin periksa TCM atau tes cepat molekuler.

"Kita juga akan melakukan dalam waktu dekat untuk memanfaatkan mesin pemeriksaan TCM (tes cepat molekuler) yang selama ini sudah tersebar di 132 rumah sakit dan kemudian di beberapa puskesmas terpilih," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (1/4).

Sebenarnya, TCM adalah pemeriksaan baru yang digunakan untuk mendeteksi penyakit TBC hanya dalam waktu 90 menit. Namun dengan konfersi catridge yang disediakan khusus, nantinya cara serupa akan bisa dilakukan kepada seseorang yang bergejala virus corona.

"Kita konfersi agar mampu melakukan pemeriksaan Covid-19, tentu dengan mendatangkan catridge yang disiapkan khusus untuk ini penjajakan ini tentu tidak mudah karena pasti membutuhkan perubahan pada set mesin dan melatih SDM dan juga catridge-nya," tutur Yuri.

Lewat modifikasi ini, Yuri menduga semakin banyak pasien positif yang terdeteksi dan dapat dipetakan titik mata rantai penyebaran. Sehingga bisa diputus dengan kebijakan pemerintah dan protokol kesehatan saat ini.

"Kita optimis bahwa minggu ini kita akan lakukan itu dan kita harap pada hari ini dan paling lambat besok sudah masuk catridge untuk melakukan uji coba mesinnya," jelas Yuri.

1 dari 1 halaman

Disilpin Diri Lawan Corona

Dalam kesempatan yang sama, Yuri tak bosan mengingatkan masyarakat untuk membantu pemerintah menekan sebaran virus corona dengan berdiam diri di tempat saat ini berada.

"Kita harus tetap sehat. Sekali lagi, jaga jarak setidaknya dua meter. Cuci tangan dengan sabun. Hindari menyentuh wajah. Tetap aman dan produktif di rumah. Lakukan semua dengan disiplin," katanya.

Yuri optimis dengan hidup sehat wabah ini bisa cepat teratasi. Jika sudah teratasi dengan baik, sambungnya, masyarakat bisa kembali beraktivitas termasuk melakukan mudik.

"Kita tahu bahwa Ramadan sebentar lagi akan dihadapi, sudah barang tentu bahwa kita rindu untuk bisa pulang ke kampung halaman. Namun, yang paling penting mari kita jaga kampung halaman tetap sehat. Oleh karena itu sebaiknya tidak melakukan perjalanan jauh. Sebaiknya tidak mudik," bebernya

"Kita sadari, virus ini berpindah karena dibawa manusia. Oleh karena itu pergerakan manusia yang tidak terkendali akan menimbulkan permasalahan. Lindungi diri anda, lindungi keluarga anda, lindungi tetangga anda, lindungi bangsa Indonesia," tutup Yuri.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Cegah Penyebaran Corona, Kapal Pesiar Dilarang Bersandar di Pelabuhan Benoa Bali
84 Tenaga Medis Terinfeksi Covid-19 di DKI, 2 Sedang Hamil
Pemkot Magelang: 9 Orang PDP Covid-19 Dinyatakan Sembuh dan Sudah Pulang
Sri Mulyani Beberkan Sumber Anggaran untuk Stimulus Corona Rp405 Triliun
Cegah Corona di Lapas, Menkum HAM Berencana Bebaskan 300 Napi Korupsi
4 Fakta Kebijakan Presiden Jokowi yang Gratiskan Biaya Listrik Selama Tiga Bulan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami