Pemerintah Diminta Akomodir Kedukaan Keluarga Pasien Positif Covid-19

Pemerintah Diminta Akomodir Kedukaan Keluarga Pasien Positif Covid-19
PERISTIWA | 29 Maret 2020 20:00 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Psikolog Gisella Tani Pratiwi menjelaskan mekanisme perlakuan khusus pada jasad pasien yang positif Covid-19 perlu dipahami masyarakat. Dia mengatakan hal tersebut perlu diketahui demi keselamatan bersama.

Pemerintah juga perlu mengakomodir kebutuhan keluarga untuk proses kedukaan. Gisella menjelaskan kedukaan merupakan proses yang membutuhkan waktu dan tradisi masing-masing.

"Dengan proses kedukaan yang memadai maka akan membantu membangun ketangguhan keluarga menghadapi kedukaan kehilangan orang yang dicintai. Apalagi di tengah kondisi darurat yang menekan seperti ini," ungkap Gisella.

Sebab itu, Gisella menyarankan untuk pemerintah agar mengambil mekanisme khusus. Seperti, saat pasien sudah dalam indikasi positif, keluarga pasien harus mengetahui mekanisme apa yang harus dilakukan saat pemakaman.

"Keluarga pasien diwakilkan oleh yang paling dekat hubungan keluarga konsensus keluarga, menandatangani informed consent penanganan khusus pasien secara medis dan termasuk jika pasien sudah tidak dapat bertahan dan meninggal mekanisme apa yang akan diterapkan untuk pemakamannya," kata Gisella.

Dia mengatakan mekanisme penanganan hendaknya memberikan kesempatan waktu pada keluarga untuk melaksanakan ritual kematian. Hal tersebut sebagai salah satu proses kedukaan secara psikologis.

"Misal jika sudah di-wrap aman bisa diberikan kesempatan simbolis memandikan, atau setelah di-wrap aman bisa ada waktu beberapa saat. Ini juga harus disesuaikan dengan mekanisme keamanan medis untuk keluarga berdoa," ungkap Gisella.

Kemudian, ketika prosesi pemakaman masih memungkinkan, ingatkan kepada keluarga siapa saja yang diperbolehkan hadir. Serta bagaimana prosedurnya agar aman bagi kesehatan.

"Misal menjaga jarak dan perlengkapan sanitasi keamanan kesehatan dan sebagainya," kata Gisella.

Tidak hanya itu, dia mengatakan jika dibutuhkan layanan psikolog untuk membantu keluarga melalui proses kedukaan pun perlu dilakukan. Di Jakarta dia menjelaskan IPK serta Himpsi Jaya sedang membuka layanan pendampingan psikologis secara online kepada masyarakat.

"Jika dibutuhkan disediakan layanan dampingan konselor terlatih atau psikolog untuk membantu keluarga melalui proses kedukaan," ungkap Gisella. (mdk/did)

Baca juga:
Persiapan Sidang Paripurna, Gedung Nusantara Disemprot Disinfektan
Pesan Para Musisi untuk Hadapi Corona, Mulai Iwan Fals hingga Didi Kempot
Virus Corona di Balikpapan Menyebar Lewat Transmisi Lokal
Satu Pasien Positif Corona di Kota Tasikmalaya Meninggal Dunia
Melalui Telepon, Putra Mahkota Arab Saudi Sampaikan Duka Cita Pada Jokowi
Beredar Dokumen 'Data Lokasi Penyekatan' di Jaksel, Begini Penjelasan Polisi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami