Pemerintah Disebut Tak Pernah Libatkan Praktisi Kesehatan Selama Tangani Pandemi

Pemerintah Disebut Tak Pernah Libatkan Praktisi Kesehatan Selama Tangani Pandemi
Kerabat Pasien Corona Depok. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
PERISTIWA | 1 Agustus 2020 15:24 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Terpilih Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman mengungkap, profesi kesehatan tak pernah dilibatkan oleh pihak pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dedi mengatakan, selama Gugus Tugas bekerja hingga berubah menjadi Komite Penanganan Covid-19, pelibatan terhadap profesi kesehatan.

"Saya lihat ada gap, tidak tahu kenapa itu ada masalah apa kok sepertinya menteri dan gugus tugas tidak begitu beriringan," kata Dedi dalam diskusi daring, Sabtu (1/8)

"Termasuk juga dengan profesi kesehatan, padahal kan tinggal dipanggil, misal dewan pakarnya atau apapun itu. Namanya ada tapi enggak pernah dilibatkan, enggak pernah diajak rapat," jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi menceritakan, profesi kesehatan tidak pernah menghadap kepada presiden, bahkan bertemu Kepala Staf Kepresidenan pun sulit.

"Ini juga saya enggak tahu kenapa susah sekali gitu kan untuk menghadap ke KSP saja, apalagi ke presiden," ucapnya.

Dia berharap presiden melibatkan profesi kesehatan. Sebabnya, mereka adalah pihak yang bertempur langsung dengan Covid-19.

"Catatan kami harus dipahami saat ini kan pasukan tempurnya ini bukan lagi di militer, ini kan melawan virus ya mau enggak mau temen-temen kesehatan," kata Dedi.

"Jadi penekanannya, bukannya kami ingin tampil, enggak. Tapi kasih kepercayaan saja temen-temen profesi kesehatan untuk bisa mengkoordinasi ini," imbuhnya.

Dedi berharap Presiden Joko Widodo mau membuka pertemuan dengan organisasi profesi kesehatan. "Mudah-mudahan pak Presiden membuka pintu untuk bisa beraudiensi dengan kami kalangan kesehatan," ucapnya. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami