Pemerintah Harus Sadar Kasus Covid-19 Terus Bertambah Bukan Menurun

Pemerintah Harus Sadar Kasus Covid-19 Terus Bertambah Bukan Menurun
PERISTIWA | 15 Juli 2020 06:46 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dokter Erni Juwita Nelwan meminta pemerintah tidak hanya memprediksi kapan pandemi Covid-19 ini memuncak di Indonesia. Tetapi pemerintah harus segera membuat kebijakan yang bijaksana agar pandemi ini segera berakhir di Indonesia.

Menurutnya, prediksi-prediksi tersebut tidak akan berguna jika tidak ada perubahan kebijakan yang bisa mengurangi laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Untuk apa tahu puncaknya kapan? Berharap turun? Buat apa diprediksi kalau tidak ada perubahan kebijakan yang dibuat? Naik terus kan, upayanya juga sama saja," ujar Dokter Erni kepada merdeka.com, Selasa (14/7).

Maka dari itu, Ia meminta pemerintah untuk meninjau kembali penetapan new normal dan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, Jakarta sudah cukup baik menerapkan PSBB. Sayang sekali bila pemerintah telah melonggarkan PSBB sejak 15 Juni lalu.

Padahal, bila angka kasus Covid-19 masih terus meningkat, belum melewati puncak, maka negara atau daerah tersebut belum bisa menerapkan new normal. Ia meminta pemerintah untuk meninjau kembali penetapan new normal.

"Kalau kasusnya masih banyak, PSBB harus diperpanjang. Aturannya begitu. Kemudian kebijakan new normal, itu tepat atau tidak? Harus ditinjau kembali," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Keputusan Pemerintah Harus Berdasarkan Data

Dokter penyakit dalam ini menilai, seharusnya semua kebijakan maupun keputusan pemerintah yang dibuat harus berdasarkan pada data yang yang didapat. Pemerintah harus memperhatikan data-data tersebut. Jangan sampai salah mengambil kebijakan.

"Pak Anies pernah bilang, semua berdasarkan data. Nah pakai data itu untuk membuat suatu kebijakan yang bijaksana supaya kasus tidak naik terus," katanya.

Lebih lanjut lagi, ia meminta pemerintah untuk sadar bila angka kasus Covid-19 di Indonesia terus naik, bukan menurun. Bila pemerintah benar-benar mengkaji data yang ada, maka angka kasus Covid-19 di Indonesia tidak akan terus naik seperti sekarang ini.

Pemerintah kerap kali mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia dikarenakan jumlah testing yang meningkat. Menurut Erni, bila itu alasannya, maka tidak perlu ada penambahan kasus baru.

"Kalau memang kasus terus bertambah karena alasan test semakin banyak, ya sudah artinya kasus tidak bertambah. Tulis saja hanya tesnya yang bertambah. Jadinya orang tidak bingung dan tidak abai," tuturnya

Sebelumnya, pada 13 Juli lalu, Presiden Joko Widodo memperkirakan puncak pandemi virus corona di Indonesia terjadi pada Agustus-September 2020. "Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7).

Namun, Jokowi menilai prediksinya tersebut bisa meleset jika pemerintah tidak melakukan sesuatu. "Oleh sebab itu, saya minta pada para menteri untuk bekerja keras," kata Jokowi.

Dokter Erni menegaskan, dari prediksi yang dilontarkan Presiden Jokowi itu, sebaiknya pemerintah segera mengubah kebijakan seperti penetapan new normal dan PSBB. Bukan hanya diam saja, tanpa melakukan apapun.

"Belum ada yang bisa memprediksikan kapan puncaknya. Kalau prediksi Pak Jokowi, ya ada kajiannya tetapi Wallahualam deh. Tidak tahu benar atau tidak. Kalau sudah diprediksi bulan segitu, tetapi tidak ada perubahan kebijakan, berarti hanya menunggu itu terjadi saja," kata Erni menjelaskan. (mdk/eko)

Baca juga:
Pemkot Bogor Segera Izinkan Warga Gelar Resepsi Pernikahan
1 Karyawan TVRI Dinyatakan Positif Corona Berdasarkan Tes PCR, 5 Negatif
Bapak Telat Gajian, Anak Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 Putus Sekolah
Ganjar Heran Solo Disebut Zona Hitam Covid-19
Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan
Omnibus Law Jadi Pilihan Paling Rasional Atas Krisis Ekonomi Imbas Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami