Pemerintah Klaim Aceh Belum Ada Penularan Lokal Covid-19

Pemerintah Klaim Aceh Belum Ada Penularan Lokal Covid-19
PERISTIWA | 31 Mei 2020 01:34 Reporter : Afif

Merdeka.com - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani menyatakan, hingga sekarang belum ditemukan adanya pasien positif Covid-19 kasus penularan lokal. Semua yang dinyatakan positif memiliki riwayat perjalanan ke wilayah zona merah penyebaran virus corona.

Pasien terakhir yang dinyatakan positif berinisial I (39) profesi seorang pengusaha juga memiliki riwayat perjalanan ke episentrum virus corona. Dia baru kembali ke Aceh pada tanggal 19 Mei 2020 atau dua hari sebelum pintu masuk Aceh di perbatasan Aceh-Sumut ditutup.

SAG (sapaan akrab Jubir) menjelaskan, pasien I diketahui positif Covid-19 secara kebetulan. Dia hendak melakukan perjalanan ke luar Aceh. Pada 27 Mei 2020 ia melakukan pemeriksaan PCR swab test secara mandiri untuk memperoleh Surat Keterangan Bebas Covid-19.

Hasil analisa cairan tenggorokan dan hidungnya dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), di Balai Litbangkes Aceh, ternyata pasien I terkonfirmasi positif Covid-19.

Atas dasar itu, SAG meyakini virus corona yang menjangkiti tubuh I bukan hasil penularan lokal di Aceh. Karena memiliki riwayat perjalanan ke daerah zona merah virus corona. Namun yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona dan kondisinya sehat-sehat saja.

“Kini I menjalani perawatan di Ruang Isolasi Pinere RSUZA Banda Aceh, dan kita doakan ia segera sembuh dari Covid-19,” kata SAG, Sabtu (30/5).

SAG menambahkan, setelah diketahui positif Covid-19, keluarga I dan orang yang pernah melakukan kontak secara langsung atau kontak erat dengannya akan diperiksa sesuai standar penanganan Covid-19.

Hal tersebut akan dilakukan Tim Survaillans Epidemiologi Gugus Covid-19 Aceh, dan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 di kabupaten/kota.

1 dari 2 halaman

Waspada Orang Tanpa Gejala

SAG juga mengingatkan masih terdapat Orang Tanpa Gejala (OTG) berada di tengah-tengah masyarakat. Begitu juga Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan penderita Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dalam perawatan.

Semua memiliki potensi sebagai pembawa virus corona. Karena itu setiap OTG perlu diwaspadai tapi tidak dalam pengertian dikucilkan atau disikapi secara berlebihan.

“OTG memiliki riwayat berada di daerah penularan dan kontak erat dengan penderita Covid-19, tapi tidak menunjukkan gejala Covid meski sudah terinfeksi dengan virus corona,” katanya.

SAG mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada, menjaga jarak fisik, tidak berkumpul di tempat ramai, selalu mengenakan masker apabila berada di luar rumah, dan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik.

Di Aceh sudah pernah ada dua kasus OTG yang kemudian terkonfirmasi Covid-19. Kasus pertama, remaja berinisial AR (13), asal Bener Meriah. Penderita Covid-19 dari klaster Magetan, Temboro, Jawa Timur. Pasien itu tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona yang serius hingga ia dinyatakan sembuh, usai dirawat di RSUD Manyang Kute, Kabupaten Bener Meriah, beberapa waktu yang lalu.

Kasus kedua, ini terbaru, OTG yang terkonfirmasi positif Covid-19 berinisial I (38). Warga Kota Banda Aceh itu memiliki riwayat perjalanan ke daerah penularan lokal di Sumatera Utara, namun tidak menunjukkan gejala infeksi virus corona dan kondisinya sehat-sehat saja. (mdk/gil)

Baca juga:
Bupati Aceh Barat Mengaku Diperas Rp800 Juta
Kemendagri Belum Terima Surat Pengunduran Resmi Bupati Bener Meriah
Beralasan Sakit, Bupati Bener Meriah Sarkawi Mengundurkan Diri
Kurva Covid-19 di Aceh Landai, Yuri Sebut Kunci Keberhasilan Ada di Masyarakat
Mengenal Tradisi Meugang Jelang Idulfitri di Aceh

2 dari 2 halaman

Akumulasi Kasus

Selanjutnya Jubir Cavid-19 Aceh ini kembali memperbaharui data terkait Covid-19 di Bumi Serambi Mekah. Hingga hari ini, Jumat (29/5) jumlah ODP di Aceh sebanyak 2.033 orang bertambah 4 kasus jika dibandingkan kemarin (Kamis, 28/5) 46 orang. Di antaranya sedang menjalani isolasi mandiri atau dalam pengawasan petugas. Sedangkan 1.987 kasus lainnya sudah selesai menjalani proses pemantauan.

Sementara itu, jumlah PDP sebanyak 103 bertambah 1 kasus jika dibandingkan dengan kemarin. 3 orang di antaranya sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan Covid-19, sisanya sebanyak 99 orang sudah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia pada Maret 2020 lalu.

Sedangkan pasien positif Covid-19. Hingga hari ini sebanyak 20 orang, 2 pasien masih menjalani perawatan medis, 17 telah dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia pada Maret 2020 lalu.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Tidak panik tapi selalu waspada. “Kasus I dan AR contoh saja. Orang yang secara fisik terlihat sehat, tapi dapat menularkan virus Corona itu,” tutup SAG.

Baca juga:
Dubes RI untuk Swiss Akui Tak Mudah Terapkan New Normal
Karantina 247 Warga Joyotakan Berakhir, Pemkot Solo Tunggu Hasil Tes Swab
Menag Sebut Kegiatan Beragama di Rumah Ibadah Boleh Asal Lingkungan Bebas Covid-19
Per 28 Mei, Purbalingga Salurkan Rp 23 Miliar BLT Dana Desa
Tak Dapat Bansos, Tukang Ojek Ini Bertahan Hidup dalam Keterbatasan Saat Pandemi
Update Sebaran Pasien Positif Covid-19 di 34 Provinsi Per 30 Mei 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5