Pemerintah Klaim Bakal Lebih Agresif Deteksi Kasus Baru Positif Covid-19

Pemerintah Klaim Bakal Lebih Agresif Deteksi Kasus Baru Positif Covid-19
PERISTIWA | 1 April 2020 17:16 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Pemerintah klaim bakal lebih agresif lagi dalam menemukan kasus baru positif Virus Corona atau Covid-19. Hal itu untuk mencegah penularan meluas.

"Komitmen ke depan akan lebih agresif lagi, isolasi lakukan untuk memutus rantai penularan lebih luas di masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi persnya di gedung Graha BNPB Jakarta, Rabu (1/4).

Untuk itu, kata Yuri, saat ini pemerintah telah mempersiapkan 360 rumah sakit rujukan, baik dari pemerintah, TNI, Polri, BUMN dan swasta.

Selain itu, pemerintah mengerahkan 5.000 petugas kesehatan untuk menyelidiki epidemiologi kontak yang terlibat dengan kasus pasien positif.

Sedikitnya, 4.750 kit rapid test telah didistribusikan ke berbagai daerah sebagai langkah pengecekan awal untuk menemukan kasus positif.

Kemudian, 6.500 sampel uji kasus telah dikirim pemerintah ke-34 laboratorium di seluruh Indonesia yang digunakan untuk menguji dan menentukan diagnosa.

"Ini akan memakan energi dan sumber daya manusia yang banyak dan ini akan terus dilakukan," ujar Yuri.

Yuri juga berpesan agar masyarakat semakin taat mengikuti imbauan pemerintah baik pusat maupun daerah terkait physical distancing dan menjaga kebersihan tangan yang terbukti efektif mencegah penyebaran Covid-19.

Hingga Rabu (4/1) sore tercatat sebanyak 1.677 orang di Indonesia positif Covid-19, 103 orang di antaranya sembuh, sedangkan untuk pasien Covid-19 yang meninggal 157 orang. (mdk/rhm)

Baca juga:
32 Provinsi di Indonesia Sudah Terinfeksi Corona
Pemerintah Naikkan Anggaran Sembako Jadi Rp43,6 T Atasi Dampak Corona
Penurunan Volume Kendaraan di Jalan Tol akibat Covid-19
Ekonom Dukung Pemerintah Terbitkan Recovery Bond Guna Tangani Virus Corona
PDIP Sebut Anggaran Penanggulangan Corona Harus Diawasi Agar Tepat Sasaran
Satu Warga Positif Covid-19, Akses Satu Kelurahan di Denpasar Dibatasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami