Pemerintah Negosiasi dengan Arab Saudi agar WNI Tak Dilarang Umrah

Pemerintah Negosiasi dengan Arab Saudi agar WNI Tak Dilarang Umrah
PERISTIWA | 27 Februari 2020 14:04 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara sebagai antisipasi virus corona. Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut, pemerintah sedang negosiasi dengan Arab agar tidak dilarang untuk umrah.

"Duta besar kita di Saudi sedang berusaha agar Indonesia tidak termasuk yang dilarang untuk melakukan umrah. Karena Indonesia kan tidak terpapar virus. Jadi kita jemaah kita mestinya aman," kata Wapres Ma'ruf di Bangka Belitung, Selasa (27/4).

"Karena itu kita harapkan nanti pemerintah saudi memberikan atau membuka kembali kepada jemaah Indonesia untuk melakukan umrah, kita tunggu hasilnya," sambungnya.

Wapres menambahkan, pemerintah sedang berupaya agar WNI yang sudah terlanjur tiba di Arab Saudi tidak terlantar. Ma'ruf ingin kegiatan umroh kembali dibuka.

"Kita lagi dinegosiasi, ya mereka supaya mereka menunggu, nanti (sedang diurus) dengan pihak kedutaan kita di sana ya. Sedang diusahakan, supaya mereka menunggu, supaya yang ada tetap (bisa umrah) dan yang belum juga tidak di setop," tuturnya.

Dia menilai ibadah umrah tidak boleh dihentikan. Mestinya bila ada antisipasi virus corona, Indonesia tidak dilarang karena tidak tertular.

"Saya kira umrah tidak boleh disetop, ini kan sementara. Walaupun sementara kita berharap Indonesia tidak masuk yang sementara itu. Kan kalau alasannya itu virus corona, kita kan tidak tercemar, mestinya tidak terkena embargola," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Berikut negara yang dicegah memasuki Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia dan Vietnam.

Seperti dilaporkan, Kamis (27/2), Kemlu menyatakan bahwa otoritas kesehatan Saudi mengikuti perkembangan terkait penyebaran virus korona yang kini juga telah menjangkiti negara tetangga di Timur Tengah, seperti Kuwait, Bahrain dan Oman.

Untuk itu, Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Saudi berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (mdk/ray)

Baca juga:
Arab Saudi Hentikan Sementara Umrah, Biro Perjalanan di Solo Resah
Penyelenggara Merugi Akibat Kebijakan Arab Saudi Hentikan Pelayanan Umrah
Lion Air Masih Operasikan Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
Penghentian Sementara Jemaah Umrah di Arab Saudi Kejutkan Pemilik Travel
Presiden Jokowi Hormati Keputusan Arab Saudi Hentikan Penerimaan Jemaah Umrah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami