Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Aman, Tidak Ada yang Terbuang atau Hilang

Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Aman, Tidak Ada yang Terbuang atau Hilang
Vaksin Covid-19. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 30 Juli 2021 17:43 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Pemerintah telah mendatangkan 1,5 juta dosis vaksin Covid-19 merek Sinopharm pada Jumat (30/7). Vaksin yang datang merupakan produksi Sinovac dalam bentuk bulk atau setengah jadi yang akan diproses Bio Farma.

"Saat ini jumlah vaksin Covid-19 yang akan diproduksi Bio Farma mencapai 117,3 juta dosis vaksin jadi. Jumlah tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi yang ditingkatkan di bulan Agustus nanti," kata Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN, dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Kamis (29/7).

Arya menambahkan, Bio Farma juga telah mendistribusikan 80 juta lebih dosis vaksin jadi ke 34 provinsi. "Hingga saat ini stok vaksin Covid-19 di Indonesia cukup untuk digunakan dalam beberapa waktu ke depan. Jadi jika ada pemberitaan yang menyebutkan stok vaksin dibuang, itu tidak benar. Stok vaksin Covid-19 yang ada saat ini membuktikan pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia dalam kondisi aman dan stok tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi," jelas Arya.

Hingga saat ini, Indonesia telah mengamankan 174,6 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dan jadi. Pada Agustus 2021, pemerintah akan mendatangkan 45 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer.

"Dengan rencana dan stok yang sudah diamankan, Indonesia bisa memastikan pelaksanaan vaksinasi di Agustus aman dan bisa ditingkatkan untuk memenuhi target. Tentunya penggunaan vaksin tersebut akan diatur pemerintah," lanjut Arya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, stok vaksin Covid-19 yang akan digunakan nantinya diharapkan dapat digunakan dengan cermat. Vaksin yang tersedia diharapkan dapat memperluas cakupan vaksinasi masyarakat di daerah, juga memastikan agar masyarakat yang telah menerima dosis pertama juga mendapat dosis kedua pada waktunya.

Menurut Nadia, upaya mengejar cakupan vaksinasi agar 70% masyarakat menerima vaksinasi dosis pertama, harus disertai pengaturan jadwal vaksinasi dan pengelolaan stok vaksin yang baik. Hal itu wajib dilakukan agar setiap orang yang telah mendapatkan dosis pertama mendapatkan vaksinasi dosis kedua tepat waktu.

"Di tengah tingginya minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, kami mengimbau pelaksana vaksinasi di seluruh Indonesia agar dapat mencermati pengaturan jadwal yang telah disediakan oleh pemerintah pusat agar jadwal vaksinasi dapat kita jaga dengan baik sesuai dengan ketersediaan vaksin yang kita terima secara bertahap dari produsen vaksin sampai Desember 2021," terang Nadia.

Laju vaksinasi harian hingga akhir Juli 2021 telah menyentuh angka rata-rata 1,1 juta dosis per hari. Dengan skema kedatangan vaksin yang baik seperti saat ini, diperkirakan laju vaksinasi bisa menyentuh angka 2 juta dosis per hari pada Agustus nanti.

Kementerian Kesehatan berencana mendorong laju vaksinasi di 54 kabupaten/kota di wilayah aglomerasi di Jawa Bali. Dengan menggandeng pemerintah daerah, TNI/POLRI, lembaga lain, dan swasta, Kemenkes meyakini akan menggenjot cakupan vaksinasi 70% untuk dosis pertama. (mdk/yan)

Baca juga:
Belum Divaksin Tak Bisa Naik Pesawat Demi Cegah Risiko Tertular Covid
Indonesia Kembali Terima 1,5 Juta Dosis Vaksin Sinopharm
Kemenhub Ingin Posko Vaksinasi Covid-19 Dibangun di Terminal, Stasiun Hingga Bandara
Strategi Airlangga Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali
87 Persen Narapidana di Sumbar Sudah Divaksinasi Covid-19
Jabar Terima Hibah 121.648 Dosis Vaksin dari Raja Arab untuk Penyandang Disabilitas

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami