Hot Issue

Pemerintah Susun Strategi Hadapi Omicron Kian Menggila

Pemerintah Susun Strategi Hadapi Omicron Kian Menggila
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
NEWS | 18 Januari 2022 07:17 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Kasus harian Covid-19 beranjak naik sepekan terakhir. Data 17 Januari kemarin, terdapat 772 kasus baru sehingga total kasus positif Covid-19 saat ini mencapai 4.272.421.

Begitu juga dengan temuan varian Omicron. Per 12 Januari 2022, tercatat 572 orang terpapar Covid-19 varian Omicron di Tanah Air. Bertambah 66 dari data 10 Januari 2022 masih 506 kasus. Dengan temuan paling banyak di DKI Jakarta

Kenaikan angka ini dipandang serius oleh pemerintah. Bahkan sejak beberapa hari lalu, pemerintah sudah mewanti-wanti ancaman gelombang ketiga Covid-19. Diperkirakan, gelombang ketiga akan terjadi Februari 2022.

Rapat rutin terus dilakukan pemerintah. Tujuannya mengevaluasi secara berkala kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Apalagi, perkembangan varian Omciron sangat cepat.

"Pemerintah juga akan kembali melakukan asesmen PPKM yang dievaluasi setiap minggunya. Dan menghapus asesmen dua minggu semata-semata untuk mengikuti perkembangan kasus Omicron yang diprediksi akan meningkat sangat cepat ini," ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan pada Minggu (16/1) kemarin.

Pemerintah mulai mengambil ancang-ancang strategi. Pelibatan para pakar juga dilakukan untuk menyusun skenario menghadapi lonjakan varian Omicron. Harapannya, penanganan gelombang ketiga sudah di depan mata tidak lagi mengalami kendala. Seperti ketika menghadapi varian Delta di pertengahan 2021 lalu.

Salah satu strategi sedang dipikirkan adalah memperketat kembali pintu keluar masuk Jakarta dan daerah sekitarnya. Tetapi, rincian dari rencana tersebut masih akan dibahas.

Pemerintah juga memperketat syarat beraktivitas di tempat publik. Yakni, hanya untuk mereka yang sudah mendapatkan dua dosis vaksinasi. Diimbau pula, tidak menerapkan bekerja dari kantor secara penuh.

Imbauan berulang juga diminta kepada masyarakat. Untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sementara waktu. Kecuali benar-benar mendesak. Sebab mayoritas temuan kasus Omicron adalah pelaku perjalanan luar negeri.

"Hanya kalau betul-betul perlu saja pergi ke luar negeri," tegas Luhut.

2 dari 3 halaman

Gelombang Ketiga Sulit Dicegah

Kesigapan menghadapi gelombang ketiga Covid-19 memang harus dilakukan pemerintah. Sebab, dipastikan sulit mencegah gelombang ketiga tidak terjadi. Apalagi bersamaan dengan varian Omicron kian merebak.

"Kalau tidak dimitigasi dengan kuat maka akan berdampak sangat buruk pada semua sektor," terang Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman, kepada merdeka.com, Selasa (18/1).

Menurut dia, secara keparahan, varian Omciron lebih rendah utamanya bagi mereka yang sudah divaksinasi lengkap atau sudah dibooster. Tetapi setiap varian membawa konsekuensi keburukan tersendiri atau potensi keburukan tersendiri. Sehingga terhadap varian ini tentu tidak bisa dianggap remeh.

"Sebab Omicron menyebabkan empat kali setidaknya jumlah orang terinfeksi lebih banyak dan dua kali lebih cepat," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Mitigasi Penting Mengurangi Dampak

Saat ini, dibutuhkan mitigasi yang sangat kuat berbasis prediksi, analisa, kajian. Langkah tersebut sangat penting mencegah untuk mengurangi dampaknya seperti di banyak negara.

Dicky setuju strategi mitigasi dilakukan dengan membatasi pintu keluar masuk Jakarta. Wacana itu sedang dibahas pemerintah secara rinci. Sebab, untuk memastikan bahwa orang itu benar-benar tidak membawa virus sangat sulit.

Selain itu, mempercepat pemberian vaksin booster. Mulai dari kelompok berisiko tinggi sampai ke semua pelayan publik. Sebab dalam riset, proteksi dari booster sangat bagus melindungi tubuh seseorang dari paparan virus.

Pembatasan aktivitas di luar rumah seperti tempat publik juga diharapkan diperketat kembali. Termasuk, tidak salah bila sementara waktu menerapkan kembali belajar di rumah. Tidak lupa penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan juga dilakukan secara disiplin. Tidak kalah penting, katanya, memastikan kesiapsiagaan sistem pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, alat, obat, oksigen dan sumber daya manusia dalam hal ini tenaga kesehatan.

"Saat ini kita berpacu dengan Omicron sehingga apa pun upaya mitigasi, strategi yang bisa memperlambat virus ini menyebar itu sangat membantu," tutup Dicky.

(mdk/lia)

Baca juga:
Evaluasi PTM Sekolah, Pemprov DKI Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat
Antisipasi Kasus Omicron, Pemerintah Terapkan PPKM Jawa-Bali 18-24 Januari 2022
Kasus Omicron Capai 825 di Jakarta, 243 dari Transmisi Lokal
Eks Menkes Sujudi Minta Warga Terapkan Prinsip Jangan Tertular dan Tidak Menularkan
Menko PMK: Omicron Pengaruhi Peningkatan Kasus Covid-19
Dokter Reisa: Aturan Pembatasan untuk 14 Negara Tak Efektif Lagi Dijalankan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami