Pemerintah Tak Rekomendasikan Bilik Disinfektan karena Bahaya Bagi Kulit

Pemerintah Tak Rekomendasikan Bilik Disinfektan karena Bahaya Bagi Kulit
PERISTIWA | 30 Maret 2020 11:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Tim Pakar Gugas Penanganan Covid 19, Wiku Adisasmito tidak merekomendasikan penggunaan bilik disinfektan atau disinfectant chamber. Sebab menurutnya, hal itu sangat berbahaya karena dapat mengenai bagian kulit sensitif pada manusia secara langsung.

"Disinfektan pada ruang atau chamber atau penyemprotan langsung ke tubuh manusia tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kulit mulut dan mata menimbulkan iritasi," kata Wiku saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Senin (30/3).

Selain itu, Wiku juga tidak merekomendasi penggunaan sinar uv light dalam upaya membunuh virus dan bakteri. Sebab, kembali hal itu berbahaya bagi kulit dan berpotensi menyebabkan kanker kulit.

"Juga menggunakan UV Light dalam konsentrasi berlebihan mempunyai potensi jangka panjang menimbulkan kanker kulit," jelas Wiku.

Karenanya, sebagai tim pakar, Wiku sangat merekomendasikan kegiatan cuci tangan dengan sabun di air mengalir. Sebab hal itu yang dinilai ampuh untuk mencegah masuknya virus corona ke tubuh manusia.

"Cuci tangan pakai sabun, hand sanitizer bila sangat terpaksa, tapi utamanya cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan jangan menyentuh bagian wajah seperti mata hidung mulut dan muka," Wiku menandasi.

1 dari 1 halaman

Waspada Hand Sanitizer untuk Perokok

Hand sanitizer saat ini menjadi salah satu alternatif untuk membersihkan tangan dari virus dan kuman. Wiku Adisasmito mengatakan, BPOM telah mengeluarkan surat edaran cara membuat hand sanitizer sesuai anjuran WHO.

WHO menganjurkan Hand sanitizer mengandung bahan kimia berupa etanol dengan kadar 96 persen, gliserol dengan kadar 98 persen hidrogen peroksida dengan kadad 96 persen, dan air steril atau aquades.

Wiku Adisasmito mengingatkan, masyarakat untuk tidak menggunakan hand sanitizer secara berlebihan.

"Karena jika berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit," kata dia saat konferensi Pers di Gedung BNPB.

Wiku juga mengingatkan, masyarakat khususnya bagi perokok berhati-hati ketika menggunakan hand sanitizer. Pasalnya, senyawa kimia yang terkandung di dalam Hand sanitizer mudah terbakar.

"Hati-hati Hand sanitizer mengandung bahan yang mudah terbakar utamanya bagi yang merokok atau sedang bekerja di dapur," ucap dia.

Menurut dia, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah yang paling ampuh untuk membunuh virus. "Apabila tidak ada opsi gunakan hand sanitizer dengan bijak dan aman," tandas dia.

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Wabah Virus Corona di AS Diprediksi Bisa Membunuh 200 Ribu Orang
IHSG Anjlok 5 Persen Sejak Awal Pembukaan, BEI Bekukan Perdagangan Saham
Mendagri Keluarkan Surat Edaran Kepada Daerah Jadi Ketua Gugus Tugas Covid-19
Akibat Corona, Belanja di Pasar Tradisional Jakarta Kini Bisa Via Telepon
Menakar Untung Rugi Jakarta Lockdown
Buka Masa Sidang, DPR Fokus Penanganan Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami