Pemerintah Telah Periksa 15.000 Lebih Spesimen untuk Tes PCR Covid-19

Pemerintah Telah Periksa 15.000 Lebih Spesimen untuk Tes PCR Covid-19
PERISTIWA | 8 April 2020 16:51 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pemerintah telah melakukan pemeriksaan sampel lendir hidung dan tenggorokan atau Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap lebih dari 15.000 spesimen untuk mendeteksi Covid-19. Pemeriksaan PCR merupakan langkah lanjutan dari screening rapid test atau pengambilan sampel darah kilat.

"Sampai dengan hari ini kita sudah melaksanakan pemeriksaan lebih dari 15.000, ketersediaan reagan untuk PCR sudah ada sampai dengan 200.000. Tes PCR kita adalah tes untuk menegakkan diagnosa dari mekanisme screening yang terarah," kata Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Rabu (8/4).

Yuri menjelaskan, pemerintah tidak melakukan screening awal dengan metode PCR, tapi dengan rapid test. Untuk memperkuat hasil tes, pemerintah juga melacak riwayat perjalanan dan analisis resiko kontak.

"Kita tidak akan melakukan screening dengan PCR, screening yang kita lakukan adalah screening dengan rapid test. Di samping juga melalui tracing dan analisis risiko kontak yang cukup tinggi," ucap Yuri.

Dia menambahkan, penggunaan cara PCR tidak dilakukan secara acak namun kelanjutan dari rapid test. Dengan begitu, hasil tes Covid-19 PCR bisa efektif.

"Inilah efektivitas penggunaan PCR kita sehingga presentasi PCR dari yang kita lakukan cukup tinggi. Karena PCR yang kita lakukan bukan metode acak tetapi terpilih dan terstruktur dimulai dari awal," tuturnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Tenaga Medis Tangani Pasien Corona di Riau Diberi Tunjangan Rp2 Juta per Hari
Menko Muhadjir: PSBB Tak Mudah, Butuh Komitmen Pemerintah & Masyarakat untuk Patuh
Kisah Pria Malaysia Jalan Kaki 120km Usai Pulang dari Jepang Agar Tak Menulari Corona
Membantu Meringankan Beban Sesama di Tengah Pandemi Corona
Ramayana Depok PHK 87 Karyawan Akibat Covid-19
BPOM Temukan Obat Keras Ramai Dijual di Tengah Pandemi Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami