Pemkab Banyuwangi Harap Kembali Cetak Pengusaha Muda Lewat Program Jagoan Bisnis

Pemkab Banyuwangi Harap Kembali Cetak Pengusaha Muda Lewat Program Jagoan Bisnis
Program Jagoan Bisnis. ©2022 Istimewa
NEWS | 5 Juli 2022 17:48 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Pemkab Banyuwangi kembali meluncurkan program 'Jagoan Bisnis' untuk mencetak ratusan anak muda setempat menjadi pengusaha. Para kandidat terpilih akan mendapatkan mentoring dari para praktisi dan akademisi, serta mendapat stimulus modal usaha senilai ratusan juta rupiah.

"Program inkubasi pengusaha muda terus konsisten kita gelar di Banyuwangi. Ini salah satu upaya mendorong pemulihan ekonomi. Setelah Jagoan Tani, kini digelar Jagoan Bisnis yang sejak Senin kemarin (4/7) telah memasuki sesi workshop online yang merupakan rangkaian inkubasinya," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Selasa (5/7).

Para mentor yang akan mendampingi para "Jagoan Bisnis" merupakan anak-anak muda inspiratif. Antara lain Founder Jagoan Indonesia yang juga akademisi Universitas Brawijaya Malang, Dias Satria; Founder Lets Play Indonesia, Arif Bawono; Ketua Bandung Creative City Forum 2017-2021, Dwinita Larasati; Owner Jawa Jiwa, Sigit Pramono; Policy and Community Affairs Specialist DANA Indonesia, Varrel Vendira; Digital Marketing Specialist, Trisiwi; Pendekar Internet Marketing, Cucuk Rustandi; Ketua Indonesia Creative Cities Network, Fiki Satari; dan Ketua BYCN Vicky Hendri.

Ada juga Founder Ais Coffee, Asmi Kopi Banyuwangi; Ketua HIPMI Banyuwangi Dede Abdul Ghani; CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto; Creativepreneur Banyuwangi,Achmad Rizki; Independent Faciliotative Trainer, Deddu Marquis; CTO Waruung.com, Meilita Hekmahwati; Founder Go Sampah System, Engga Dwi Marta; Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia, Wientor Rahmada; serta Motorcycle Manufacturer Enggal Modified.

Ipuk menjelaskan Jagoan Bisnis merupakan kegiatan yang terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis yang dikompetisikan, tapi juga ada mentoring dan sesi networking untuk membangun jejaring antar anak muda.

Ada pula sesi hacksprint yang mengajarkan peserta tentang pembuatan prototipe produk bisnis yang ingin dikembangkan. Peserta juga dikoneksikan dengan perbankan hingga diurus perizinan usahanya.

"Tentu saja juga ada hadiah 100 juta untuk stimulus modalnya. Semua itu diberikan agar ide usaha mereka bisa betul-betul berkembang menjadi bisnis riil yang bisa meningkatkan kesejahteraannya," kata Ipuk.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi Azis Hamidi menambahkan, program ini dilaksanakan mulai 8 Juni hingga 12 Juli 2022 mendatang. "Total pendaftar sebanyak 171 anak muda yang tergabung dalam 57 tim. Seluruh pendaftar saat ini telah mengikuti sesi workshop online sejak 4-8 Juli mendatang," kata Azis.

Dari sesi tersebut akan dipilih sebanyak 100 talenta muda atau 33 tim yang berhak mengikuti tahap berikutnya. Yakni offline session yang dijadwalkan pada 11-12 Juli mendatang. "Dalam sesi ini sebanyak 33 tim terpilih akan melakukan presentasi rintisan bisnis dan ide bisnisnya langsung di hadapan para juri," kata Azis.

Selanjutnya, mereka juga bakal mengikuti pitching session untuk menyaring 10 tim terbaik yang berhak mendapatkan stimulus modal usaha senilai total Rp. 100 juta rupiah. (*)

(mdk/hrs)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini