Pemkab Bekasi Akui Ada Kekeliruan Informasi, Pastikan Tak Ada Temuan Varian Omicron

Pemkab Bekasi Akui Ada Kekeliruan Informasi, Pastikan Tak Ada Temuan Varian Omicron
Petugas Swab Tes PCR di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 8 Desember 2021 19:18 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr Sri Enny Mainiarty meluruskan informasi ada 4 warga yang terdeteksi Covid-19 varian Omicron di Bekasi. Menurut dia, terjadi kesalahan kutip yang dilakukan oleh humas Pemkab Bekasi.

Sri menjelaskan, humas atau reporter dari Newsroom Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bekasi salah mengutip pernyataannya saat rapat dengan para camat.

Informasi yang salah kutip itu kemudian dimuat di situs resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi, Bekasikab.go.id, pada Selasa (7/12) kemarin, dan dikutip sejumlah media. Pemkab Bekasi kemudian menarik informasi tersebut dari situs webnya karena terjadi kekeliruan informasi.

“Kemarin saya coba menjelaskan berita yang tentang dugaan warga Kabupaten Bekasi. Bahwa yang positif tersebut bukan warga Kabupaten Bekasi, bukan juga yang positif Omicron, itu warga Jakarta dan kejadiannya sudah lama tanggal 23 November sudah selesai karantinanya di Wisma Atlet Jakarta. Dan juga bukan Omicron,” ujarnya mengklarifikasi pada Rabu (8/12).

Dia menjelaskan, dalam wawancaranya itu, tidak ada statementnya yang berkaitan dengan varian Omicron. “Tidak ada yang mengatakan itu omicron,” tambahnya.

Senada, Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Masrikoh memastikan, tidak ada temuan kasus varian baru virus corona B.1.1.529 atau dikenal Omicron itu.

"Zero case (nol kasus) tidak ada temuan Omicron, saya pastikan," kata, Rabu

Dia mengatakan, 42 kasus aktif di wilayahnya per hari ini seluruhnya merupakan kasus Covid-19, tidak ada varian baru virus yang dimaksud. Jumlah kasus aktif itu pun mengalami penurunan dari 48 kasus sehari sebelumnya.

"Ada kesalahpahaman soal temuan kasus positif pekan lalu. Kebetulan pemeriksaan dilakukan di salah satu laboratorium wilayah kami dan itu juga belum dapat dipastikan varian baru, infonya sedang diperiksa di laboratorium kesehatan Jawa Barat," katanya.

2 dari 2 halaman

Kronologi

Masrikoh menjelaskan, temuan kasus positif itu bermula saat 20 Warga Negara Asing bersama tujuh Warga Negara Indonesia tiba dari luar negeri di terminal 3 kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta beberapa pekan lalu.

Sesuai kebijakan pemerintah, kata dia, 19 warga di antaranya melakukan kewajiban tes PCR yang sampelnya diproses di Laboratorium Farmalab Cibitung, Kabupaten Bekasi.

"Hasilnya positif, saat ini mereka sudah melakukan isolasi di hotel pilihan dan wisma atlet. Tidak ada warga Bekasi jadi semua isoman di Jakarta meskipun laporan NAR-nya masuk ke kita," katanya

Pihaknya mengaku persoalan Covid-19 ini sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang ditindaklanjuti dengan pendataan langsung. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kemenkes Luruskan Dinkes Bekasi: Sampai Hari Ini, Omicron Belum Masuk RI
Kemenkes Bantah Ada Warga DKI Terpapar Omicron Hasil Laboratorium Bekasi
Wagub Riza Cek Kebenaran Informasi Kadinkes Bekasi Soal Warga DKI Terpapar Omicron
Satu Keluarga di Cisauk Tangerang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Delta
Intip Suasana Sekolah Tatap Muka di Filipina
Sejak Maret 2020, Asuransi Telah Bayarkan Klaim Covid-19 Senilai Rp7,36 T
Sekjen PBB Antonio Guterres Lakukan Isolasi Mandiri Setelah Terpapar Covid-19

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami