Pemkab Berau Putuskan Karantina Wilayah Dua Pekan

Pemkab Berau Putuskan Karantina Wilayah Dua Pekan
PERISTIWA | 29 Maret 2020 04:33 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Pemkab Berau dan unsur muspida, hari ini memutuskan untuk melakukan karantina wilayah Berau selama 14 hari, baik jalur udara, laut dan darat, mulai 30 Maret 2020. Terkecuali bersifat darurat, logistik pangan, dan medis. Keputusan itu untuk mencegah sebaran virus Corona (Covid-19).

"Rapat hari ini disepakati bersaama 3 jalur udara, laut, darat, kita lakukan pembatasan. Pembatasan itu, bukan berarti lockdown," kata Bupati Berau Muharram, kepada wartawan di Tanjung Redeb, Berau, Sabtu (28/3).

Muharram menjelaskan, pembatasan yang dia maksud adalah menghentikan sementara penerbangan reguler, dari dan menuju Bandara Kalimarau, Berau.

"Kecuali sifatnya emergency, logistik, dan alat kesehatan. Kita akan usahakan carter pesawat, misal ada pasien untuk segera ditindaklanjuti penanganannya," ujar Muharram.

Diterangkan Muharram, keputusan itu berlaku mulai 2 hari kedepan, sampai 14 hari berikutnya. "Termasuk jalur darat pintu masuk Berau, di Kelay, yang berbatasan Kutai Timur, juga perbatasan Bulungan (Kalimantan Utara). Kita akan bikin posko," sebut Muharram.

"Yang boleh, adalah yang membawa barang logistik. Travel (mengangkut penumpang), akan kita suruh balik tidak boleh masuk," tambah Muharram.

Dijelaskan Muharram, keputusan itu segera diumumkan ke publik. Tujuannya agar warga Berau yang ada di luar, sebelum 2 hari ini bertahan tidak kembali ke Berau.

"Yang di dalam Berau, tidak tinggalkan Berau. Juga dari laut, kita kontrol. Yang kita perhatikan ini adalah tindakan kemanusiaan," demikian Muharram.

Data diperoleh merdeka.com dari Dinkes Kalimantan Timur per hari ini, Kaltim tercatat ada 1.634 orang dalam pemantauan (ODP), dan 25 orang pasien dalam pengawasan (PDP) menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sedangkan positif terjangkit Covid-19 berjumlau 17 orang. Dari 1.634 ODP itu, 55 diantaranya ada di Berau, dan 4 pasien PDP dari 25 pasien yang menunggu hasil lab. (mdk/ded)

Baca juga:
Update Kasus Virus Corona di Tangsel: 238 ODP, 110 PDP dan 28 Positif
Anggota DPR Minta RS Tidak Lambat Tangani Pasien Corona
Kemenag akan Sulap 16 Asrama Haji Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
Polri Lakukan Penyemprotan Disinfektan Massal di Seluruh Indonesia 31 Maret
Penceramah Meninggal karena Corona, 40.000 Warga Desa di India Dikarantina
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Naik Menjadi 643 Orang

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami