Pemkab Karanganyar Akan Tutup Semua Warung Jual Daging Anjing

PERISTIWA | 18 Juni 2019 20:44 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bupati Karanganyar Juliyatmono akan menutup warung olahan daging anjing yang marak di wilayahnya. Penutupan tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai penyakit yang diakibatkan oleh daging anjing, maupun bahaya penyakit rabies yang ditularkan.

"Dalam rangka mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh daging anjing, kami akan segera menindaklanjuti dengan menutup semua warung guguk (anjing) di Karanganyar," ujar Juliyatmono, Selasa (18/6).

Menurut politisi Partai Golkar itu, keberlangsungan hidup manusia lebih penting. Dan menjadi fokus utama pembangunan yang berkesinambungan, agar manusia selalu berharmonisasi dengan Tuhan dan makhluk hidup. Termasuk dengan hewan dan lingkungan hidup.

"Kami mohon support dan dukungannya agar penyakit yang disebabkan oleh anjing ini tidak ada di Kabupaten Karanganyar," pungkas Juliyatmono.

Pernyataan bupati tersebut juga disampaikan usai kunjungan Komunitas Animal Friends yang merupakan anggota Komunitas Dog Meat Free Indonesia, belum lama ini.

Sementara itu berdasarkan penelusuran merdeka.com, warung sate anjing atau rica guguk di Kabupaten Karanganyar, memang tak sebanyak di Sukoharjo dan Kota Solo. Beberapa tempat yang menjadi sentra penjualan daging anjing terdapat di Kecamatan Colomadu dan sebagian Desa Ngringo, Kecamatan Jaten.

Selain dua lokasi itu, sedikit pedagang lainnya tersebar di Kecamatan Matesih, Karanganyar Kota dan Kecamatan Jumapolo.

Baca juga:
Ancaman Penyakit Rabies di Balik Kuliner Daging Anjing
Potret Anjing di Rumah Jagal Korea yang Terancam Dijadikan Makanan
Korea Utara suruh rakyatnya makan daging anjing
Jutaan ekor anjing diselamatkan dari santapan manusia di Korsel
Bali mulai larang rumah makan sajikan menu masakan daging anjing
Di Solo, 1.200 anjing dibunuh tiap hari untuk dikonsumsi
3 Bahaya yang Muncul dari Konsumsi Daging Anjing

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT