Pemkab Kuningan Larang SPBU Baru Beroperasi Jual Premium

Pemkab Kuningan Larang SPBU Baru Beroperasi Jual Premium
PERISTIWA | 25 November 2020 21:03 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang baru beroperasi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dilarang menjual BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis Premium.

"Pemda melarangnya saat mengeluarkan izin. Ada komitmennya untuk tidak menjual BBM jenis Premium," kata Kepala Bappeda Pemkab Kuningan Usep Sumirat dalam keterangan tertulis yang diterima di Cirebon, Rabu (25/11) seperti diberitakan Antara.

Saat ini kata Usep, untuk SPBU yang melayani BBM jenis Premium tinggal SPBU lama dan itu pun tingkat konsumsinya tergolong rendah dibandingkan BBM jenis lain.

Dengan demikian, ketika stok Premium tinggal sedikit di SPBU lama, tidak terjadi gejolak apapun di masyarakat. Karena konsumsi paling tinggi di Kabupaten Kuningan adalah Pertalite, kedua Pertamax, dan ketiga Premium.

"Untuk kendaraan pribadi, termasuk roda dua, rata-rata masyarakat sudah tidak mau pakai Premium minimal Pertalite," tuturnya.

Usep mengatakan Pemkab Kuningan memang konsen dalam mewujudkan udara bersih dan sehat. Selain pelarangan menjual Premium di beberapa SPBU, sejak enam tahun lalu juga melarang kendaraan dinas mengonsumsi Premium.

Dengan demikian BBM jenis Premium memang praktis hanya digunakan untuk angkutan pedesaan dan pinggiran yang jumlahnya juga tidak terlalu banyak.

Selain itu untuk transportasi publik, Pemkab Kuningan juga memperketat uji emisi termasuk uji KIR. Dan untuk memenuhi uji tersebut, perusahaan bus pun akhirnya melakukan peremajaan terhadap armada mereka.

"Karena kalau tidak lulus uji emisi, bus tersebut tidak akan laku. Rata-rata mereka menggunakan armada baru," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Tarik Ulur Wacana Penghapusan Premium Era Pemerintahan Jokowi
Menteri ESDM Tegaskan BBM Premium Tetap Ada Tahun Depan
Geser Konsumsi Premium, Program Langit Biru Dinilai Perlu Diperluas
Pertamina Soal Rencana Penghapusan Premium di 2021: Tunggu Pemerintah
Jumlah Angkutan Umum Pakai Premium di Jakarta Kurang dari 10 Persen
Mengukur Keefektifan Program Langit Biru untuk Turunkan Konsumsi Premium

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami