Pemkab Purbalingga 'Kurung' Warga Tak Pakai Masker di Gedung Korpri

Pemkab Purbalingga 'Kurung' Warga Tak Pakai Masker di Gedung Korpri
PERISTIWA | 1 Juni 2020 21:03 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Purbalingga mulai menerapkan sanksi terhadap warga yang kedapatan tidak memakai masker saat keluar rumah. Pelanggar terancam akan 'dikurung' di Gedung Korpri.

"Pagi ini Kami telah memberikan sanksi kepada 10 orang yang kedapatan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, sanksinya adalah dengan menginapkan mereka di rumah karantina di Gedung Korpri," kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Senin (1/6).

Bupati yang juga merupakan ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga mengatakan 10 orang tersebut terpantau oleh petugas saat beraktivitas di Pasar Hewan Purbalingga tanpa mengenakan masker.

Penerapan sanksi merupakan implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2020 tentang Penggunaan Masker dan Gelang Identitas dalam Pencegahan Penyebarluasan Covid-19 di Kabupaten Purbalingga yang baru dikeluarkan.

"Langkah tegas ini terpaksa dilakukan karena masih ada masyarakat yang belum sadar akan imbauan dari pemerintah. Terlebih kasus Covid-19 di Purbalingga ini masih selalu bertambah, belum ada tren menurun," ujarnya.

Menurut data terakhir, kasus Covid-19 di Purbalingga secara kumulatif sudah mencapai 57 orang.

"Satu di antaranya meninggal dunia, 25 masih dalam perawatan di rumah sakit dan 31 dinyatakan sembuh," ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya aturan mengenai pemberian sanksi tersebut masyarakat di wilayah setempat akan makin disiplin dan berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai virus tersebut.

"Perbup sudah saya buat dan mulai diimplementasikan per hari ini, 1 Juni 2020. Jadi siapa pun yang tidak bermasker dan berada di luar rumah, akan diinapkan atau dikarantina di gedung Korpri," katanya menegaskan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga secara intensif terus melakukan sosialisasi mengenai Covid-19 di pasar-pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah setempat.

"Kemarin kami melakukan sosialisasi mengenai Covid-19 dan mengenai pentingnya penggunaan masker, sosialisasi dilakukan di Pasar Badog Bancar," imbuhnya.

Bupati mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya juga telah melakukan rapid test atau tes cepat massal secara acak di pasar tersebut.

"Dari 26 orang yang di tes, empat di antaranya hasil tes reaktif sehingga segera ditindaklanjuti dengan tes swab untuk mengkonfirmasi apakah positif Covid-19 atau tidak," katanya.

Bupati menjelaskan apabila ada warga Purbalingga yang hasil tes cepatnya menunjukkan reaktif maka prosedurnya akan diisolasi di rumah sakit dan dilakukan tes PCR atau swab.

"Jika nantinya hasil swab negatif maka akan dipulangkan, namun jika positif Covid-19 maka tetap diisolasi dan langsung dirawat," katanya. Seperti diberitakan Antara. (mdk/rhm)

Baca juga:
Fraksi PKS: Pancasila Beri Landasan Bertindak Menghadapi Covid-19
Rapid Test 58 Kelurahan di DKI, 5.682 Orang Reaktif Covid-19
Geliat Pemandian Air Panas Jepang di Tengah Pandemi
Bantuan Modal Negara Rp155 T Dicurigai Untuk BUMN Bayar Utang
Utang Bengkak, Virus Corona, dan Rasio Pajak Terendah Sejak Era Orba
DPRD DKI Pertanyakan Kepastian Pemerintah Soal Pembukaan Sekolah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5