Pemkot Balikpapan Kaji Pemberlakuan Pengetatan Sosial

Pemkot Balikpapan Kaji Pemberlakuan Pengetatan Sosial
PERISTIWA | 30 Maret 2020 08:04 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemkot Balikpapan mempertimbangkan membatasi aktivitas masyarakat untuk mengecilkan peluang penyebaran corona virus disease (Covid-19). Terlebih sudah ada korban meninggal dunia akibat virus tersebut.

"Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 masih merincikan apa saja pengetatan sosial yang akan kita lakukan," kata Wali Kota Rizal Effendi seperti dilansir dari Antara, Senin (30/3).

Menurutnya, satu di antaranya adalah semacam jam malam. Di mana setelah pukul 22.00 Wita tidak boleh lagi ada aktivitas di luar rumah masing-masing. Akses keluar dan masuk Kota Minyak pun ditutup.

"Jadi ada pembatasan waktu, termasuk untuk berjualan," terangnya.

Polisi, TNI, dan Satpol PP akan membubarkan kegiatan yang lewat jam malam itu. Aparat juga akan membubarkan kegiatan keramaian di siang hari yang mengundang dan membuat orang banyak berkumpul.

1 dari 1 halaman

Rizal menambahkan, Pemkot sedang berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Sepinggan, dengan PT Pelindo IV yang mengelola Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, serta dengan Dinas Perhubungan yang mengoperasikan terminal antarkota Terminal Batu Ampar dan terminal dalam kota Terminal Damai.

"Kami juga minta masyarakat betul-betul mematuhi kebijakan pengetatan sosial yang akan dilakukan ini, agar kita bisa mencegah dan memutus penyebaran Covid-19," terangnya.

Hingga saat ini ada 11 pasien positif Covid-19 dari sebelumnya 12 yang dirawat di RS Kanujoso Djatiwibowo. Satu orang meninggal dunia pada Minggu sore setelah mulai dirawat pada Kamis 26 Maret.

Pasien meninggal beralamat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Diketahui almarhum transit di Bandara Sepinggan setelah terbang dari Makassar. Di bandara, almarhum yang berusia 60 tahun mengeluh sakit dan oleh petugas segera dibawa RS Kanujoso Djatiwibowo.

"Pasien positif terpapar Covid-19, sementara juga mengidap sakit jantung dan radang paru-paru (pneumonia)," katanya.

Pasien Banjarmasin ini pun meninggal dunia pukul 12.59 Wita dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum di Balikpapan pukul 17.00 Wita. (mdk/fik)

Baca juga:
Bertaruh Nyawa Lawan Virus
Menteri Jerman Bunuh Diri karena Depresi Tak Sanggup Tangani Dampak Corona
Istana: Hoaks Jokowi akan Tegur Kepala Daerah yang Lakukan Lockdown
Video Detik-detik Polisi Ngamuk ke Warga yang Buat Acara: Malah Enak-enak Pesta Gini
Mulai April, KAI Batalkan Perjalanan dari Bogor, Sukabumi, Merak & Rangkasbitung

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami