Pemkot Banda Aceh akan Sulap Eks Terminal Keudah Jadi Hotel dan Mal

PERISTIWA | 12 November 2019 00:15 Reporter : Afif

Merdeka.com - Pemerintah Kota Banda Aceh menawarkan kepada investor asal Malaysia untuk membangun mal dan hotel di bekas terminal Keudah, Banda Aceh. Lokasi itu sekarang sudah terbengkalai setelah angkutan kota jenis labi-labi sudah tergerus zaman.

Selama ini terminal tersebut tempat transit angkutan kota jenis labi-labi berbagai jurusan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Namun selama Trans Kotaraja disediakan oleh Pemerintah Aceh. Angkutan tradisional ini mulai berkurang, terlebih transportasi publik berbadan besar dan sedang dilengkapi dengan pendingin masih gratis.

Rencana menjadikan pusat perbelanjaan dan perhotelan di bekas terminal tersebut setelah Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman bertemu dengan General Chairman Nun Utama Holdings, Ahmad Mohd Adnan dan General President, Faza Al Farisi dan General Director, Zulhelmi Mairin Senin (11/11) di Pendopo.

Pada kesempatan itu Aminullah Usman memaparkan potensi investasi di Banda Aceh masih terbuka lebar. Terutama investasi bidang bisnis dan jasa masih besar potensinya.

"Banda Aceh saat ini begitu pesat perkembangan kotanya. Bisnis dan jasa juga sangat menunjang sektor pariwisata yang sedang kami genjot," kata Aminullah Usman.

Investasi bidang bisnis dan jasa ditawarkan oleh Aminullah untuk membangun pusat perbelanjaan dan perhotelan di bekas terminal Keudah, Banda Aceh. Lokasi itu memiliki lahan seluas 11,7 ribu meter per segi dan itu milik Pemerintah Kota Banda Aceh.

"Nilai plusnya view atau pemandangan Krueng Aceh yang sarat nilai sejarah," sebut wali kota.

Aminullah mengaku akan mempermudah seluruh perizinan bila berminat untuk berinvestasi di lokasi tersebut. Harapannya investasi itu bisa dilakukan dalam tahun 2019 ini.

"Soal perizinan wali kota di depan, tinggal kita atur teknis pengelolaannya. Harapannya peletakan batu pertama dapat kita lakukan dalam tahun ini," sebutnya lagi.

Sementara itu, General Chairman Nun Utama Holdings, Ahmad Moh Adnan mengungkapkan keyakinannya untuk berinvestasi di Banda Aceh. "Investment ke Banda Aceh akan lebih cepat sepertinya karena dukungan penuh dari Pak Wali," sebut Adnan.

Kedatangan pihaknya kali ini setelah beberapa kali menggelar pertemuan informal dengan Wali Kota Aminullah. "Hari ini kami datang untuk menjajaki prosedurnya, teknis, dan konsep kerja sama. Kami juga sudah legal masuk ke sini di bawah anak perusahaan kami Blue Nun Indonesia," ungkapnya.

Para investor asal negeri Jiran itu langsung melakukan peninjauan lapangan untuk melihat lokasi rencana pembangunan mal dan hotel tersebut. Tinjauan ini untuk memastikan beberapa hal menyangkut dengan data teknis.

"Besok (Rabu, 12/11) Insyaallah kita lanjutkan pertemuan teknis dengan dinas terkait," kata Adnan.

Adnan dalam pertemuan kali ini juga turut memboyong sejumlah jajaran teknisnya, seperti direktur teknis, kepala konstruksi, town planner, dan arsitek. Rencana awal bangunannya akan dibangun 10 lantai.

"Lantai satu hingga empat untuk mal, lima dan enam hotel, di atasnya hingga lantai 10 berupa menara seperti Twin Tower di Kuala Lumpur. Jika tak ada aral melintang, Januari 2020 sudah bisa dimulai pengerjaannya," ungkap Adnan.

Baca juga:
Pemerintah Aceh Ingin Kelola Sendiri Ladang Migas di Blok B
Puting Beliung Hingga Banjir Bandang Landa Perbatasan Aceh-Sumut
Saat Gajah Sumatera Ikut Upacara Hari Pahlawan
Potret Sapi Pemakan Sampah di Aceh
Plt Gubernur Aceh Temukan Masalah dalam Proses Seleksi Penerima Beasiswa
Ekspresi Pengurus MPU Aceh Besar Dihukum Cambuk Karena Mesum

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT