Pemkot Depok Bantu Logistik Bagi ODP dan PDP

Pemkot Depok Bantu Logistik Bagi ODP dan PDP
PERISTIWA | 26 Maret 2020 00:33 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Pemerintah Kota Depok Jawa Barat menyatakan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri akan mulai dibantu logistik dalam kurun waktu tertentu.

"Kepada seluruh warga dimohon untuk ikut berpartisipasi dengan sikap empati dan tidak ada sikap-sikap mengucilkan," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Rabu (25/3).

Ia mengatakan pasien positif virus corona, PDP, maupun ODP adalah korban.

"Mereka adalah saudara kita, mereka keluarga kita, mereka warga dan bangsa kita, mereka adalah diri kita, solidaritas sesama kunci sehat bangsa," tambah dia.

Sementara itu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok menyampaikan data bahwa satu orang warga Depok meninggal akibat positif virus corona.

"Ini berdasarkan informasi perkembangan COVID-19 per tanggal 25 Maret 2020," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana.

Dadang mengatakan hingga saat ini kasus terkonfirmasi positif berjumlah 19 orang, sembuh 4 orang dan meninggal 1 orang.

Untuk PDP berjumlah 173 orang, selesai 13 orang dan masih dalam pengawasan 160 orang.

ODP berjumlah 568 orang, selesai 187 orang dan masih dalam pemantauan 381 orang. (mdk/ded)

Baca juga:
Corona, Kabaharkam Sebut Polri Sediakan Tower Khusus di RS Soekanto
Bukan Lepas Singa dan Harimau, Ini Cara Rusia Hadapi Pandemi Corona
Berstatus PDP, Pejabat Pemkot Medan Meninggal di RSUP Adam Malik
4 Fakta Rapid Test Covid-19 yang Akan Dilakukan Massal di Indonesia
Viral Jenazah PDP Corona Covid-19 Dibawa Pulang, Jenazah Sempat Diciumi Keluarga
Update Corona di Depok: 19 Positif dan 4 Sembuh

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami