Pemkot Jambi Izinkan Masyarakat Adakan Pernikahan

Pemkot Jambi Izinkan Masyarakat Adakan Pernikahan
PERISTIWA | 12 Juli 2020 15:02 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Pemerintah Kota Jambi telah mengizinkan penyelenggaraan pernikahan mulai Juli 2020 ini. Namun penyelenggaraan pernikahan harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Penyelenggaraan pernikahan termasuk salah satu perluasan relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan yang diterapkan di Kota Jambi," kata Wali Kota Jambi, Syarif Fasha di Jambi, Minggu (12/7).

Akan tetapi, dia mengungkapkan, penyelenggaraan pernikahan tersebut belum diizinkan dilaksanakan di rumah atau gedung-gedung pernikahan. Pemerintah Kota Jambi hanya mengizinkan pelaksanaan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KAU) dan di rumah-rumah ibadah.

Dalam pelaksanaannya, hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang dan harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Sedangkan bagi calon pengantin diimbau untuk menggunakan sarung tangan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Perluasan relaksasi di bidang penyelenggaraan pernikahan tersebut, katanya, merupakan usulan dari masyarakat, di mana masyarakat merasa perlu dilakukan perluasan di bidang penyelenggaraan pernikahan tersebut.

Selain perluasan di bidang penyelenggaraan pernikahan, Syarif menambahkan, Pemerintah Kota Jambi juga telah mengizinkan pelaksanaan rapat kerja dan pertemuan-pertemuan di hotel dan gedung-gedung perkantoran. Akan tetapi anggota rapat harus di batasi. Maksimal peserta rapat sebanyak satu per dua puluh dari kapasitas ruangan, atau sekitar 30 orang.

"Di bidang pendidikan juga kita lakukan relaksasi, namun di bidang pendidikan tersebut dilakukan atas persetujuan orang tua, jika orang tua ada yang tidak setuju anaknya dapat mengikuti pembelajaran secara daring," terangnya seperti dilansir dari Antara.

Perluasan ekonomi tersebut, dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Jambi sebagai upaya memulihkan perekonomian dan mempersiapkan masyarakat menuju tatanan normal baru.

Perluasan relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan tersebut dilaksanakan juga berdasarkan hasil evaluasi relaksasi ekonomi, sosial dan kemasyarakatan yang diterapkan Pemerintah Kota Jambi selama bulan Juni 2020.

Dalam pelaksanaan relaksasi pada bulan Juni tersebut berjalan dengan baik. Selain itu tidak terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara signifikan. Bahkan pasien sembuh yang terkonfirmasi Covid-19 di Kota Jambi alami peningkatan.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jambi per tanggal 11 Juli 2020, katanya, sudah terdapat 23 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

"Dari 32 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu, sehingga saat ini tersisa 9 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah di daerah itu," tutup Syarif. (mdk/fik)

Baca juga:
Setelah 3 Bulan PSBB, Katedral Selenggarakan Misa Langsung Perdana
Berkeliling Kota Berwisata Kuliner di Dalam Bus
Survei: 83 persen Publik Pilih New Normal
Kembali Beroperasi, M Bloc Space Batasi Pengunjung
Tenaga Ahli KSP Nilai Masyarakat Salah Memahami Makna New Normal
Kasus Positif Corona Meningkat Akibat Masyarakat Tak Patuh Protokol Kesehatan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami